Solitude

Solitude

  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 19, 2021
Angka nol itu bagai aib yang terukir di pergelangan tangan Rosa. Bisik-bisik merendahkan; lirikan sinis; tawa menggelikan tertuju padanya, si pemilik angka nol di pergelangan tangan. Rasa-rasanya, ia ingin mengakhiri hidup. Berada dalam bayang dan kesendirian seperti ini sungguh memuakkan. Namun, seseorang datang, Luke Pearce dengan senyuman hangatnya. Angka di pergelangan tangan pemuda itu, sepuluh.
All Rights Reserved
#23
rosa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • All In: Taketori Institute
  • Elio's Obsession [END]
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • BROKEN HEART [END]
  • The Devil's Love
  • Love is My Profit
  • Narasi patah hati

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines