Serpihan Cinta Untuknya

Serpihan Cinta Untuknya

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
WARNING!!! Anak kecil minggir. Adegan 21+ dan kekerasan banyak! Gadis manis dan polos ini selalu menunggu dan menunggu kekasih kecilnya. Namun, apa yang dia dapat saat bertemu dengan orang yang ingin sekali ia peluk. Kecewa! Luka! Sakit! Menjadi satu karena orang yang ia sayangi selalu menyakitinya. Benar adanya! Ia sudah memilik rasanya tapi bukan hatinya. Pernikahan mereka adalah karena hal yang terpaksa. *~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~* "Lu iti culun! Kampungan! Jelek lagi. Mana pantes lu sama gue! Ngaca bego! Sebelum lu nyatain perasaan lu!" ~HITO ANDRESWARA REYANDRA~ "Saya, sungguh kecewa! Saya sangat mencintai abang Ito. Tapi luka saya sudah dalam," ~RANIA PRAMESWARI PUTRI~ Ini adalah hiburan, jangan plagiat! Gue susah-susah sampe meres otak buatnya. Ceritanya ini hanya imajinasi atau kreativitas saya. Selaku Author mohon maaf bila ada Typo atau kata-kata kasar dan tak patut di contoh. Happy Reading ❤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regards, Natashira (END)
  • STAINED PURITY | Sudah Diterbitkan
  • Dispencer Devil (Complete)✔️Series 2 MFW
  • Anak DESA ✔
  • Black Pearl
  • Cinta Putih Biru (Slow Update)
  • His touch, Her desire
  • Married For Stimulate
  • My Partner in Everything
  • R a i n a

"Kedatangan saya kemari, berniat untuk melamar anak bapak dan ibu..." ucapnya to the point, dia tidak mengerti cara lamar anak orang bagaimana. Lebih baik langsung ke inti, latar belakang nanti saja dijelaskan belakangan Sepasang suami istri itu saling pandang, "Kenapa Mas Rakta tiba-tiba datang melamar? Apa sudah kenal dekat dengan anak saya?" "Belum." "Belum sepenuhnya" Ruang tamu rumah satu lantai itu hening... suara angin masuk berlahan melalui jendela, menghempaskan gorden tipis yang sudah terikat. "mas, panggil anaknya aja" saran mamanya menepuk bahu sang suami Raka mulai menghentak-hentakan kaki gelisah, sepertinya keduanya salah kira... "Na... Shinaaa, sini nak. Ada yang datang..." Seorang perempuan yang sejak awal memang menguping pembicaraan di ruangan itu, bergegas keluar dari persembunyiannya "Bukan," Ucap Rakta memotong, membuat dua orang di depannya kebingungan, "yang saya maksud, anak bapak dan ibu yang lain," "Shira. Natashira..." Ucapannya semakin membuat sunyi seisi ruangan, "Kamu mengenal Shira? Shira sedang di Amerika, belum pernah kembali ke Jogja sudah lebih dari 10 tahun..." ucap sang ibu dengan penuh kebingungan "Saya kenal, kami satu SMA. " "Saya serius dengan niat saya ini..." "Saya serius ingin menikahi Shira"

More details
WpActionLinkContent Guidelines