Butterfly Effect || PSYCHE

Butterfly Effect || PSYCHE

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 23, 2021
Mata sayunya perlahan terbuka, pandangannya yang kabur disambut oleh cahaya dari bulan darah super. Merah pekat, sama seperti darah miliknya. Gadis itu dibiarkan tenggelam dalam lautan darah namun anehnya tidak terdengar suara rintihan. Meski ia menyetujui bahwa fisik dan psikisnya terluka tapi sungguh ia tak bisa menangis. Tatapan sayunya menyuarakan keputusasaan, mengharapkan seseorang datang menolong untuk membalut lubang besar dihatinya akibat kekerasan yang tak adil ini. Dengan latar belakang nyala api yang membara, ia bertanya, "Dari sekian banyak anggota tubuh, kenapa harus kaki ku yang menjadi sasaran kejahatan dunia?"
All Rights Reserved
#209
hilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Raymentara
  • HIDDEN I (The End)
  • [Complete] Fate in Chains
  • [Complete] Senja di balik Hujan
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Sinful (Tamat)
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines