Dia Clarissa

Dia Clarissa

  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 1, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
"Berhenti saja sekolah,mending kamu cari kerja. Kamu bikin habis-habis uang mama sama papa saja buat biayain sekolah kamu" ucap Marisa kepada Clarissa yang terdiam "Berhenti aja sekolah kamu,bikin malu keluarga saja" ucap Marsel yang terus menyudutkan keadaan clarissa "Kalau papa sudah ngak sadar Cla, papa udah bunuh kamu, kamu bikin sangat malu saya" lanjut Marsel seolah tak peduli air mata yang terus mengalir dipipi mulus putrinya. Clarissa. sesak. Tapi harus diterima. Disudutkan,dibedakan,dibully,sudah biasa didapatkan clarissa Queensha Marsellia. Dia lelah dan dia ingin tenang #sakit #palsu #rapuh
Todos los derechos reservados
#42
tertekan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jejak Kenangan di Masa MPLS
  • Masa depan yang terulang
  • FATAMORGANA [ END ]
  • MISTERI LORONG SEKOLAH [END]
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Anak Dara Bugis
  • Keadilan? Memang Ada?
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Ananda✔️
  • Adelia Story

Jangan lupaa follow and votee yaa guyss💫 Semuanya bermula dari masa MPLS. Clarissa dan Zayn dipertemukan lewat ajakan sederhana "Collab jj berdua," Nggak ada yang aneh waktu itu-hanya dua orang yang saling bantu. Tapi dari kebiasaan kecil itu, tumbuh perasaan yang nggak direncanakan. Mereka mulai saling cari, saling tunggu, sampai akhirnya... saling jatuh hati. Zayn bukan tipe yang romantis, tapi ucapannya waktu itu cukup bikin Clarissa terdiam. "Kita HTS, ya?" Tanpa status, tanpa janji, tapi dengan rasa yang tumbuh setiap hari. Mereka tahu, ini hubungan yang rapuh. Dan benar saja-semuanya runtuh saat razia sekolah menuntut mereka 'putus' saat itu juga. Malamnya, Clarissa hanya bisa menatap layar ponselnya kosong, membaca pesan terakhir dari Zayn: "Kita cukup sampai sini aja, ya." Sejak malam itu, Clarissa mengerti. Nggak semua perasaan bisa dipertahankan, dan nggak semua kedekatan harus diartikan lebih. Mungkin... memang seharusnya mereka hanya teman. Nggak usah bawa perasaan ke dalam pertemanan yang harusnya ringan. Tapi kenapa ya, hal yang katanya ringan itu... justru ninggalin luka paling berat? Mereka mulai asing, seperti dua orang yang tak pernah saling mengenal. Tapi jauh di dalam hati, baik Clarissa maupun Zayn tahu... mereka masih saling mengingat. Masih hafal jam tidur satu sama lain, tahu kapan biasanya lapar, tahu siapa yang dulu suka pakai jaket merah. Dan satu-satunya cara mereka tahu kabar masing-masing sekarang... cuma dari streak api yang tetap nyala setiap hari. Bukan karena mau ngobrol, tapi karena diam-diam mereka belum siap benar-benar kehilangan. Karena pada akhirnya, perasaan yang tidak pernah tersampaikan akan selalu tinggal dalam diam. Dan dalam diam itu, mereka menyimpan segalanya-rasa yang belum selesai, dan kenangan yang tak bisa diulang. Seolah berkata, "130," seperti kode kecil yang hanya mereka berdua yang tahu: aku masih sayang, tapi aku gak bisa bilang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido