"Sudah terlalu banyak waktu dan hari yang aku lewatkan tanpa kamu. Mungkin sekaranglah waktunya untukku menghabiskan sisa umur bersamamu." Ucapnya sedikit terbata dan menghela nafas. "Maukah kamu menikah denganku?" Pintanya dan saat itu juga aku terkaget. Gak nyangka sama sekali jika dia akan terus dengan gigih melamar ku. Antara kaget dan masih gak percaya, gadis kecil itu kini datang menghampiriku. "Ibu Bya mau gak jadi Ibu buat aku sama Fabi?" Dan aku langsung memeluknya. "Iya sayang, Ibu mau." Jawabku sambil memeluk dan menciumnya. Awal bertemu dengan mereka, aku sudah sayang sekali dengannya. Terlepas dari sosok Ayahnya yang pernah jadi bagian masa lalu ku. Aku gak mau kehilangan dia lagi untuk kedua kalinya dan gak mau kehilangan 2 malaikat kecil yang sedikit banyak sudah memberi pengaruh dalam hidupku.
More details