Lembar Pertama Said

Lembar Pertama Said

  • WpView
    MGA BUMASA 7
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Dec 18, 2021
Masa remaja bukan hanya bersenang-senang atau berhura-hura, tetapi juga mengikis sedikit demi sedikit sikap tak acuh kepada orang-orang di sekelilingnya. Itulah tekad Said, seorang pelajar kelas XI-Bahasa dan Budaya. Ia tak mau lagi mengasah kegemaran bersastranya untuk kesenangan diri semata, melainkan agar benar-benar bermanfaat bagi keluarga dan kawan tercinta. Namanya juga usaha, tidak ada yang mulus atau lancar. Keringnya tinta, darah dan air mata terus mengucur di sepanjang perjalanan Said dalam menggoreskan pena. Apakah berbagai rintangan itu tidak akan menghentikan usahanya? Ataukah semua cobaan itu akan membuatnya mengangkat tangan dan meletakkan pena di atas kertas, sehingga lembar pertamanya mangkrak untuk selama-lamanya?
All Rights Reserved
#101
smu
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Sejenak Luka
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • Sang Penulis yang Lelah
  • Paradise
  • IDOL [TAMAT]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Theatre
  • Kisah Yang Lain
  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Nara tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Nara tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Nara menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Nara di hidup mereka. Karena Nara cacat. Penuh cela. Nara dibenci. Nara disiksa. Nara ditinggal. Nara tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Nara bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman