Tentang Waktu (End)

Tentang Waktu (End)

  • WpView
    Прочтений 857
  • WpVote
    Голосов 62
  • WpPart
    Частей 47
WpMetadataReadЗавершенная история суб, фев. 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa dunia gak pernah kasih aku kesempatan buat bahagia? Bahkan orang yang aku anggap pemberi kebahagian pun gak pernah kasih hal itu.." "Tuhan.. Kenapa aku dilahirkan dari keluarga yang hancur ini? Aku gak sekuat itu buat menghadapi semua masalah di dalamnya, aku capek.." - Fase hidup setiap orang itu berbeda-beda, dan setiap orang pasti akan merasakan titik terendah dalam hidupnya. Tapi, Tuhan juga gak akan setega itu sama hamba-Nya, Tuhan pasti bakal kasih kebahagian yang membuat hamba-Nya lupa bahwa sebelumnya dia pernah merasa sangat hancur. Jangan sungkan untuk membaca, tapi ingat ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan dalam nama tokoh, alur, atau bahkan tempat itu hanya sebuah kebetulan semata. Selamat membaca kisah sederhana ini, semoga kalian suka!♡
Все права сохранены
#13
fase
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Juan [REVISI]
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • GRIZELLE [Completed]
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Sang Penguasa
  • Raina Maramitha
  • Duka Devara
  •  ANATHA
  • Become an Extra or Main Character [END]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту