Memeluk Bintang Jatuh

Memeluk Bintang Jatuh

  • WpView
    Membaca 707
  • WpVote
    Vote 165
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 17, 2023
Yang hampa biar terbang, yang bernas biar tinggal Yang tidak berguna biarlah hilang, tetapi yang baik biarlah tinggal Dan di sini, aku sebagai yang "tidak berguna" Namun katanya, "yang baik biarlah tinggal" Maka aku tinggalkan perasaanku untuk dijaga baik-baik di sana. *** Setiap orang pasti punya kisah luar biasanya masing-masing. Pada kisah ini, mungkin tidak sesempurna milik orang lain. Namun kita harus percaya pada Sang Penguasa Langit, bahwa semua skenario milik-Nya adalah sempurna, setidak sesempurna apapun di mata kita. Pada suratan takdir, Sang Penguasa Langit telah menuliskan pada kisah ini: Hubungan kami sederhana. Tak ada lika-liku, hanya perasaan lain yang perlahan tumbuh. Bukan hidup namanya jika tak ada drama, dan itu dimulai ketika dia memutuskan untuk keluar dari OSIS tanpa alasan yang jelas. Namun dari situlah aku belajar, tentang cara melawan kepedihan dengan berusaha tetap menatap ke depan seburuk apapun apa yang ada di depan mata dan berusaha untuk tetap bertahan meskipun ada di ambang kata "putus asa", tentang cara berdamai dengan masa lalu, dan tentang cara mempertahankan kesetiaan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#466
killer
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Breathe
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Langit Dara [End]
  • GALA : Sleepwalker [TAMAT]
  • Sejenak Luka
  • Paradise
  • BILANGIT (END)
  • Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya
  • GREENSTA [END]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan