Memoria

Memoria

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 20, 2021
Raka merupakan murid pindahan baru saat ia naik ke kelas 11. Hal yang pertama kali terbesit di pikirannya adalah keinginan untuk hidup di sekolah yang damai. Namun seperti roda bundar yang beputar, kehidupan yang ia idamkan tidak akan ia temui semudah itu. Sifatnya yang kaku, cerita di hari esok yang tidak ia ketahui, kesinambungan itu akan memberikan dirinya berbagai pilihan. Raka hanya tidak ingin kejadian di masa lalunya terulang kembali. Ia hanya ingin hari esok yang cerah. Di mana ia bisa berteman dan menulis kenangan yang baik bersama teman barunya. Berbagi suka dan duka bersama, berbagi perasaan di bawah langit yang sama. Banyak cerita yang akan dilalui Raka. Ia tidak tahu pasti seperti apa masa depan dirinya. Ia hanya ingin melalui masa itu bersama keinginan yang kecil. Keinginan kecil untuk merasakan kebahagiaan saat ia bersama temannya.
All Rights Reserved
#279
webnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amami
  • Impian Dalam Mimpi (Selesai)
  • About Aidan ✔️
  • Aderaga [ON GOING]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • TRAGIS Season 1 (Selesai)
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • Analog Melankolis
Amami

Riksa hanya anak badung dan biang onar di sekolahnya. Dia bebas melakukan apapun yang dia mau. Memang siapa yang akan melarangnya? Orang tua? Tidak ada. Bahkan baginya, rumah sudah bukan lagi tempat Riksa untuk pulang. Orang tuanya berpisah dan bodohnya lagi papanya masih mengharapkan istrinya kembali. Sedangkan mamanya... entahlah, mungkin wanita itu kembali pada cinta pertamanya. Atau bahkan lebih baik ia tidak usah kembali. Karena terakhir kali bertemu, mamanya hampir membuat nyawa Ester melayang. Namun di dalam hati, Riksa masih menginginkan kehangatan dan cintanya kembali lagi seperti dulu. Diam-diam berdoa dalam dan meminta waktu untuk bisa ia putar kembali. Tapi Riksa sadar, hal itu tidak akan terjadi karena ia bukan Tuhan. Sekarang lelaki itu hanya berharap bahwa suatu saat ada seseorang yang akan datang membawa cintanya yang hilang, sesuatu yang dulu sempat Riksa buang, sesuatu yang pernah Riksa lupakan, sesuatu yang dulu sempat ia rasakan di tengah keluarganya yang saat ini telah hancur. Jika seseorang itu mampu memberikannya semua itu dan memberikan satu hal lebih lagi pada Riksa, ia berharap orang itu pun mampu memperbaiki dirinya yang kini telah rusak serta mengisi kekosongan hatinya. Tapi selama waktu itu akan datang, Riksa harus berbuat apa? Apakah seseorang itu memang akan datang padanya? Jika tidak, dia harus bagaimana? Apakah Riksa harus terus berdoa pada harapan semu hingga akhir masa hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines