Story cover for ARASHYA [Slow Update] by Naina7890
ARASHYA [Slow Update]
  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 20, 2021
"Perubahan bisa dilihat dari hilangnya kebiasaan apa yang sering kamu lakukan."

Kenapa ya? Sampai sekarang, manusia lain selalu bilang."Akan ada pelangi, setelah hujan badai? Padahal engga semua hujan badai bisa menghasilkan pelangi."

"Ya Allah, Ara lagi berusaha. Bantulah Ara."
All Rights Reserved
Sign up to add ARASHYA [Slow Update] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING] by moonskyther
10 parts Ongoing
[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.
You may also like
Slide 1 of 10
Arah Mata Angin  cover
alur waktu cover
STARLA cover
Patah Dan Tumbuh cover
US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING] cover
ZIEL cover
ELBITHARA cover
Ujung Samudra cover
ELKA||ON GOING cover
SELENOPHILE cover

Arah Mata Angin

9 parts Ongoing

"Angin yang berhembus dari Timur ke Barat, Selatan ke Utara, pada akhirnya kembali berhenti di depan rumahmu." Seperti air yang selalu kembali ke lautan, Seperti kapal yang akan selalu kembali ke dermaga, Setiap kita adalah jiwa yang selalu menuntut pulang ke tempat yang katanya rumah.