Bila Hujan akan Reda

Bila Hujan akan Reda

  • WpView
    OKUNANLAR 20
  • WpVote
    Oylar 3
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Haz 6, 2025
"Tapi gue tetap gak suka hujan, Yan." "Karena pandangan, lo tentang hujan sejak awal udah salah. Seperti kata orang ketika lo menyukai langit, lo harus siap menerima semua cuacanya, termasuk hujan bahkan badainya. Seperti hidup, lo harus siap menerima semua rasanya, semua kebahagiaan dan duka-duka yang dihadirkan." Hujan semakin deras, gemuruh mulai terdengar. Mengalihkan atensi Arum pada jendela kaca, sebuah kilat bersama suara kencang bagai dentuman itu hadir ditengah perbincangan keduanya. Refleks Arumi menutup telinganya. "Hal kayak gini lo nikmati?" Tanya-nya pada Ryan. Ryan mengangguk dengan senyum tipis "kita harus menikmati badai yang hadir, gua yakin badai pasti berlalu, Rum. Dan badai itu juga yang akan membuat kita sadar betapa hebatnya kita untuk terus bertahan,"
Tüm hakları saklıdır
#83
airin
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • attention | 00 line
  • Tears In Heaven
  • ARUMI ALIVIA RAZETA
  • Goodbye Alaska [END]
  • Chibi Sol4ce X Readers
  • what if? (END)
  • Eliinaa
  • Bawa Aku Pulang
  • IN THE END ✔

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi