Arkadaş

Arkadaş

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 17, 2022
"Gue bakal tobat kalau gue udah sadar, titik gak pakek koma." "Bodo amat, gue mati nyesel lo." "He! Mulutmu." "Cangkeman." Kisah kali ini membawa sedikit cerita dari 4 remaja SMA . Menjalin pertemanan sejak awal masuk sekolah dan berakhir menjadi kawan saat masuk organisasi. Membuat keempatnya sering meluangkan waktu bersama. Tidak ada rasa lebih melainkan hanya rasa kasih sayang antara teman diantara mereka. Sifat dan karakter mereka hampir membuat pertengkaran kecil terjadi setiap hari. Kelas mereka akan tenang, ketika salah satu dari mereka tak hadir. Bahkan latar belakang keempatnya yang berbeda membuat mereka semakin yakin untuk membangun persahabatan hingga maut memisahkan nanti. Sudah siap untuk larut dalam kisah ini? Nantikan dan pantengin terus, jangan sampai lepas. Start: 22 Desember 2021 Finish: Pict by pinterest
All Rights Reserved
#354
akad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • My Cold Brother✔
  • Oh! BAD!
  • FIRST LOVE  [ END ]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • LET'S JUST BE FRIENDS [TERBIT!]
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • Windy
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • I Can't Say Good Bye (Slow Update)

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines