MENANTI MUSIM SEMI

MENANTI MUSIM SEMI

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 20, 2021
Wanita yang tak mengerti tentang kerasnya hidup di luar, hanya menikmati indahnya hidup bersama orang tua di sebuah desa. Bunga, yah namanya bunga 23 tahun tanpa saudara dan tanpa pendidikan tinggi. seorang wanita lugu yang cantik dan menjadi incaran banyak lelaki di desa malvin, salah satu pewaris dari kerajaan bisnis keluarga. Pria dengan umur 28 tahun kelulusan luar negeri dengan kampus yang terpandang, hanya sibuk dengan pekerjaan tanpa peduli permintaan orang tua yang meminta cucu. Mempunyai adik seorang Pembalap di Australia, dan kakak seorang Designer terkenal di salah satu negara berkembang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • Young Mother [COMPLETED]
  • LOSE OR GET YOU
  • FALLING FOR MY LECTURER (Tamat)
  • Halycon
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Surrogate Wife
  • My Lovely Wife
  • BATAS DOSEN
  • Sayup-sayup Bisikan Cinta

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines