SILENT

SILENT

  • WpView
    Reads 5,489
  • WpVote
    Votes 1,201
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 4, 2023
"Dunia jahat ya? Bahkan sampai sekarang gue gak diberi kesempatan buat bahagia." "Lo salah. Disini bukan dunia yang jahat, tapi penghuninya yang jahat." *** Azelea Shaletta Adhitama Lea adalah seorang yang ingin bahagia, namun takdir belum merestuinya untuk bahagia. Dia juga memiliki beribu cara, namun bukan beribu cara untuk bahagia melainkan beribu cara untuk menutupi lukanya. Lea yang menyukai cowok sederhana bernama, Arka Michael Anderson. Lea mempunyai mimpi membangun kebahagian bersama Arka. Namun siapa sangka? Seorang Arka juga menyimpan luka di dirinya. Bagaimana mungkin, Lea yang memiliki luka akan bahagia dengan Arka yang sama-sama memiliki luka? Dimana titik kebahagian itu? *** Start: 24 April 2022 Finish: Warning! -mohon vote setelah membaca! -plagiat? mohon menjauh dari area! -masih banyak typo
All Rights Reserved
#240
brokenheart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • BENIH LUKA (ON GOING)
  • DON'T LEAVE ME, FA
  • ARGA
  •  ANATHA
  • AKARA (Terbit)
  • REZANGGA [SUDAH TERBIT]
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines