After Rain

After Rain

  • WpView
    Leituras 112
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, dez 21, 2021
Kepada hujan, kamu, dan pelaminan Hujan, apakah kamu masih menunggu? Di ujung jalan itu, seperti kemarin. Hujan, jangan melawan rasa itu! Kamu bisa melukai dirimu sendiri. Hujan, jangan berhenti sampai dia-pemilik rinduku, datang. Kuingin menikmati tiap tetes tangisan ini sebagai keindahan. Hujan. Dua hal yang ingin kuselipkan di lembaran ceritamu: pertemuan dan keterpisahan. Atau kebalikannya: keterpisahan yang mencumbui pertemuan dan penyatuan di ujung pengakhirannya. Maka, berjanjilah, Hujan! Kita akan bertemu lagi di satu titik cinta; di suatu hari tanpa nama di pelaminan yang basah oleh air mata bahagia.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Need You
  • Antara Kau dan Sahabatku [Completed]
  • Ainotameni ( END )
  • Why Him? (END)
  • Boomerang ( Completed )
  • Surga untuk Air Mata
  • Oh Tuhan, Ku Mencintainya

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo