Story cover for After Rain by _adheputry
After Rain
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 21, 2021
Kepada hujan, kamu, dan pelaminan
Hujan, apakah kamu masih menunggu? Di ujung jalan itu, seperti kemarin.
Hujan, jangan melawan rasa itu! Kamu bisa melukai dirimu sendiri.
Hujan, jangan berhenti sampai dia-pemilik rinduku, datang. Kuingin menikmati tiap tetes tangisan ini sebagai keindahan.
Hujan. Dua hal yang ingin kuselipkan di lembaran ceritamu: pertemuan dan keterpisahan. Atau kebalikannya: keterpisahan yang mencumbui pertemuan dan penyatuan di ujung pengakhirannya.
 
Maka, berjanjilah, Hujan!
Kita akan bertemu lagi di satu
titik cinta;
di suatu hari tanpa nama
di pelaminan yang basah oleh
air mata bahagia. 
All Rights Reserved
Sign up to add After Rain to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
[SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED] by Baits_
36 parts Complete
[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_
You may also like
Slide 1 of 10
Persahabatan Dan Cinta Pesantren [END] cover
Kamu [SELESAI]✔ cover
Surga untuk Air Mata cover
Need You cover
Antara Kau dan Sahabatku [Completed] cover
Surat Untuk Takdir [ ON GOING ] cover
[SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED] cover
Will You Be My Love Rain? cover
Temporary |End| cover
Boomerang ( Completed )  cover

Persahabatan Dan Cinta Pesantren [END]

23 parts Complete

~tamat Aku bersyukur mempunyai sahabat seperti mereka, yang selalu ada untukku disaat sedih maupun senang. Disaat dunia mulai menjauhiku dan tak percaya lagi denganku. Tapi tetap saja di dunia ini tak ada yang abadi, ada saatnya kita akan berpisah, dan disaat itulah air mata ini akan keluar tak terbendung. Dan disaat itu juga aku akan selalu berdoa, semoga Tuhan akan mempertemukan dilain waktu. #peringkat 370-islami Tgl 11 mei 2018 Dilarang copas, meniru dan sejenisnya. Selamat membaca😊😊