03.45
  • WpView
    Reads 150,508
  • WpVote
    Votes 18,209
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 10, 2024
[Update ulang dengan revisi setiap Minggu, Rabu, Jumat] Semenjak kecelakaan yang merenggut nyawa ayah serta membuat ibunya tak bisa sembuh, Pradnya Nathania selalu terbangun dari tidurnya setiap pukul 03.45 pagi. Selain itu, keganjilan pun dialami Pradnya. Karena melihat sebuah kecelakaan besar dengan matanya sendiri, Pradnya mulai memiliki firasat dan seolah memiliki penglihatan akan kecelakaan-kecelakaan lain yang akan terjadi di sekitarnya. Setiap pukul 03.45, Pradnya akan merenung di balkon apartemen studionya menunggu pagi. Kegiatan tersebut telah ia lakukan seorang diri selama empat tahun, sampai seorang lelaki galak pindah ke apartemen di sampingnya, Adimas Alistair. Seolah ditakdirkan Tuhan, hidup mereka tampaknya terikat oleh seutas benang merah tak kasat mata. Lalu, bagaimana dini hari Pradnya yang selalu dingin dan sepi setelah kedatangan Adimas di sampingnya? Apakah akan membaik ... atau justru sebaliknya?
All Rights Reserved
#469
jisooblackpink
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Sweetest Venom
  • Renjana [COMPLETED]
  • Miracle In December (GOT7 Fanfiction Christmas Edition)
  • Whisper of Destiny (END)
  • MEMORABLE [COMPLETE]
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • HELLO WIFE
  • When the Sun Rise in your eyes ||JINSOO|| ✔

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines