Kelam ( on going )

Kelam ( on going )

  • WpView
    Bacaan 246
  • WpVote
    Undian 20
  • WpPart
    Bahagian 6
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sel, Mei 27, 2025
"Dasar! Kamu emang Kisar!" Ucapku berusaha menahan sakit ini. "Okey, up to you" "A..biiyy..." lirihku Sempurna sudah mataku tertutup. Namun lubang telingaku masih terbuka. "Saya suka sama kamu, 'Ayn" Lalu semuanya berhenti. Mungkin aku tak akan kembali ke dunia ini lagi.
Hak Cipta Terpelihara
#54
bercadar
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • World Of Magic [1]
  • Baby sitter
  • dimana janji tersebut
  • Saudara Tiri || Ending ✅
  • Something Different
  • Stay, Even When It Hurts
  • Obsesi
  • THE STORY
  • MIDNIGHT || royeon
  • CAHYA UNTUK MENTARI

"Apa salah gue?" Ev "Gak ada yang bisa di persalahkan" Aji "Mungkin takdir yang salah" Juna "Takdir tak pernah salah" Aji "Apa gue yang salah memilih takdir?" Ev "Tak ada yang bisa menentukan takdirnya sendiri" Aji "Bukan dirinya sendiri, tapi orang lain" Juna "Tidak diri sendiri ataupun orang lain" Aji "Jika memang begitu, lalu kenapa dia bisa mengubah takdir gue?" Juna "Itu yang terbaik untuk kita, takdir selalu menentukan yang terbaik dari yang terbaik" Aji "Tak semua takdir menentukan yang terbaik" Ev "Berfikirlah positif tentang takdir" Aji "Apa mencelakai orang, bahkan membunuh orang itu takdir yang terbaik?" Ev "Apa takdir gue yang semula manusia sekarang menjadi bagian dari siluman kelelawar terkutuk itu yang terbaik?" Juna "Gue di buang, gue di jauhkan dari keluarga kandung gue dan di asuh keluarga yang lain, kemudian gue membunuh mereka dengan kekuatan gue yang pada saat itu gue gak tau apa apa, itu yang namanya takdir selalu menentukan yang terbaik?" Ev "Mereka tak pernah membuangmu, mereka punya alasan untuk menjauhkanmu demi untuk keselamatanmu, mereka gak mau nyawa lo dalam bahaya" Aji "Apa sekarang nyawa gue aman? Apa sekarang gue gak akan membahayakan nyawa orang lain lagi?" Ev Aji dan Juna terdiam. "Nggak, semua ini sia sia, nyawa gue tetap dalam bahaya dan gue tetap membahayakan nyawa orang lain. Ini akan tetap berlanjut kecuali gue yang nentuin takdir gue sendiri, mulai sekarang gue akan nentuin takdir gue sendiri" Ev

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi