Americano

Americano

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 22, 2021
"Selayaknya rasio untuk menyajikan secangkir Americano, kisah ini dirajut untuk menyajikan sebuah kenangan". Perpaduan antara espresso dan air yang menjadi satu kesatuan untuk mengeluarkan cita rasa yang khas, begitulah kisah ini berlabuh. Dua insan yang memiliki selera yang bertolak belakang, harus bertemu dan mengenal lebih jauh satu sama lain karena ketidak sengajaan. Bagi keduanya, kedai kopi adalah rumah kedua yang memberikan kenyamanan, selayaknya rumah yang mereka singgahi.
All Rights Reserved
#650
jaeminnct
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]
  • [END] COFFEE SHOP & The Story Inside - Season 1
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Coffe Shop
  • Alam Byantara
  • Corner
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Shall We Get Married? [Completed]
  • Unforgettable Serenade [Phasa]

[Selesai] [warning beberapa chptr R21] Sebuah sapaan hangat sesuai dengan hari yang cerah terdengar oleh para penjaga toko-toko sekitar jalanan. "Selamat pagi, hari ini rotinya sama seperti biasa selalu harum paman, membuat hari ini semakin indah dan nyaman". Sang penjual merespon tak kalah hangatnya "Tentu, namun lebih indah alara-san, lihat semua pedagang ingin disapa". Sang gadis hanya mampu tertawa canggung apabila ada seseorang yang memujinya karena dia tahu bahwa tidak ada yang bisa dipuji dari dirinya yang sesungguhnya. "Ini masih pagi namun ternyata kamu sudah membuat semua orang di bofurin ingin disapa, hm?" pertanyaan dari seorang pria yang suaranya sangat ara tahu itu siapa. "Ume, kebiasaan kamu selalu bikin kaget tiba-tiba muncul" ucap sang gadis dengan tersenyum. Kedua insan manusia yang terlihat sangat serasi dengan warna rambut yang sama yang entah bagaimana semesta ternyata mampu untuk mempersatukan kedua karya indah ini untuk saat ini, ya untuk saat ini. Banyak hal yang terlupakan, terjadi ataupun tiba-tiba hadir, terkadang manusialah yang mampu menentukan kemana ceritanya akan terbawa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines