Story cover for Americano by peachyrabbit_
Americano
  • WpView
    Membaca 19
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 19
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Des 22, 2021
"Selayaknya rasio untuk menyajikan secangkir Americano, kisah ini dirajut untuk menyajikan sebuah kenangan". Perpaduan antara espresso dan air yang menjadi satu kesatuan untuk mengeluarkan cita rasa yang khas, begitulah kisah ini berlabuh. Dua insan yang memiliki selera yang bertolak belakang, harus bertemu dan mengenal lebih jauh satu sama lain karena ketidak sengajaan. Bagi keduanya, kedai kopi adalah rumah kedua yang memberikan kenyamanan, selayaknya rumah yang mereka singgahi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Americano ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#103coffee
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Satu Atap, Satu Hati oleh REXKUN99
29 bab Bersambung
Sandy, seorang pemuda yang baru memasuki dunia perkuliahan, hidup sendirian setelah keluarganya memutuskan untuk menetap di luar kota demi pekerjaan. Kabar yang telah sering ia dengar kembali datang: orang tuanya tak bisa pulang untuk menemaninya. Kesepian menjadi teman dekat Sandy hingga pada suatu malam, saat pulang larut, takdir mempertemukannya dengan Serena, seorang gadis misterius yang sedang duduk sendirian di halte bus. Serena, dingin dan penuh curiga, awalnya menolak setiap bentuk perhatian dari Sandy. Namun, di balik sikapnya yang keras, ia menyimpan luka dan kebingungan. Setelah pertengkaran dengan teman sekamarnya, Serena terdampar tanpa tempat tinggal. Di tengah keraguan dan keengganan, Sandy menawarkan tumpangan di rumahnya untuk sementara waktu, sebuah tawaran yang penuh risiko namun dibalut ketulusan. Kisah mereka berdua mulai terjalin di bawah satu atap. Dari dua orang asing yang terpaksa berbagi ruang, mereka perlahan saling mengenal dan memahami perasaan satu sama lain. Sandy dengan kehangatannya, dan Serena dengan dingin yang menyembunyikan kelembutan, menemukan kenyamanan yang tak terduga dalam kehadiran masing-masing. Sandy dan Serena, yang awalnya hanya terhubung oleh kebetulan, mulai menjalani hari-hari bersama, menghadapi berbagai tantangan, dan menemukan keindahan dalam momen-momen kecil kehidupan sehari-hari. Setiap hari yang mereka lewati bersama membuka peluang untuk kedekatan yang mendalam dan hubungan yang tumbuh penuh warna. Dari kebiasaan pagi hingga malam yang tenang, setiap interaksi mempererat ikatan mereka. Apakah mereka akan mampu melewati setiap rintangan yang menghadang dan menemukan cinta sejati di antara mereka? Ikuti perjalanan Sandy dan Serena dalam "Satu Atap, Satu Hati" dan saksikan bagaimana kehangatan, tawa, dan cinta dapat mengubah hidup seseorang ketika mereka menemukan rumah di hati satu sama lain.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
[✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers] cover
Alam Byantara cover
Corner  cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
Latte but Make it Love cover
(END) Espresso & Beauty Barista cover
Unforgettable Serenade [Phasa] cover
Satu Atap, Satu Hati cover
SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END cover

[✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]

54 bab Lengkap Dewasa

[Selesai] [warning beberapa chptr R21] Sebuah sapaan hangat sesuai dengan hari yang cerah terdengar oleh para penjaga toko-toko sekitar jalanan. "Selamat pagi, hari ini rotinya sama seperti biasa selalu harum paman, membuat hari ini semakin indah dan nyaman". Sang penjual merespon tak kalah hangatnya "Tentu, namun lebih indah alara-san, lihat semua pedagang ingin disapa". Sang gadis hanya mampu tertawa canggung apabila ada seseorang yang memujinya karena dia tahu bahwa tidak ada yang bisa dipuji dari dirinya yang sesungguhnya. "Ini masih pagi namun ternyata kamu sudah membuat semua orang di bofurin ingin disapa, hm?" pertanyaan dari seorang pria yang suaranya sangat ara tahu itu siapa. "Ume, kebiasaan kamu selalu bikin kaget tiba-tiba muncul" ucap sang gadis dengan tersenyum. Kedua insan manusia yang terlihat sangat serasi dengan warna rambut yang sama yang entah bagaimana semesta ternyata mampu untuk mempersatukan kedua karya indah ini untuk saat ini, ya untuk saat ini. Banyak hal yang terlupakan, terjadi ataupun tiba-tiba hadir, terkadang manusialah yang mampu menentukan kemana ceritanya akan terbawa.