Berawal Dari MPLS

Berawal Dari MPLS

  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 15, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
"harusnya gue ga naro hati gue buat Lo, dan harusnya gue sadar diri. Gue ga pantes buat Lo"lirih Diandra yang sudah mulai terisak. "Bagus deh kalo Lo sadar diri! Lagian Lo sendiri yang salah ngartiin perhatian gue, dan Lo baper ke gue! Gue harap Lo ga muncul lagi di kehidupan gue!"bentak cowok tersebut pada gadis didepannya yang menunduk dengan isakan. "Gue nyesel pernah suka sama Lo!"lirih Diandra dan berlari pergi dari tempat itu. "HARUSNYA GUE YANG NYESEL PERNAH KENAL LO BANGSAT!!"teriak cowok itu yang melihat punggung gadis yang ia bentak semakin menjauh. . . . . . . Akankah cowok tersebut menyesali perkataannya? Dan apakah si gadis masih dengan perasaannya yang sudah disakiti berkali kali dan masih bertahan mencintai dalam diam. Walaupun ia tau sampai kapanpun perasaannya tidak akan terbalas.
Todos los derechos reservados
#304
cintadisma
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LO$ER = LO♥️ER
  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • JANUARGHA
  • MY GARRULOUS BOY [HIATUS]
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Ti amo : Kamu Dan Cinta [SELESAI]
  • Puisi Cinta [END]
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • Meet And Backstreet

"Kamu tahu sendiri Dava kalo aku cinta kamu bukan kak Andra." Lirih Anara mengungkap Isi hatinya untuk kesekian kalinya. "Dan Lo juga tau sendiri kalo gue gak cinta sama Lo! Gue disini cuma membalaskan dendam gue." Anara menahan nafasnya, seketika dadanya nyeri setelah Dava mengatakan apa yang ia rasa. Dava beranjak duduk menatap Anara dengan pandangan yang sulit diartikan. "Apa segini cukup Dav untuk balas semua dendam kamu?" Tanya Anara membeo, dirinya memalingkan wajahnya. "Kamu selalu berhasil bikin aku hancur!" Gadis itu berbalik pergi meninggalkan Dava yang masih bergeming di tempatnya. Lelaki itu duduk memandang pintu dimana Anara menghilang dari pandanganya. Senyum tipis Dava terbit tampak terlihat menyayat hati siapapun yang melihatnya. "Sampai kapanpun Lo gak akan pernah bisa gue miliki Anara. Bahkan disaat gue juga cinta sama Lo. Karena gue hanya akan selalu menjadi pecundang."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido