Walk Alone

Walk Alone

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 30, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
Perkenalkan nama ku Lauren Oktaria, saat ini aku sedang duduk di bangku kelas SMA akhir. Ayahku pergi meninggalkanku pada saat aku masih berumur dua tahun, Ia meninggal karena kecelakaan tertabrak bus saat ayahku dalam perjalanan pulang. Lalu ibuku? Ibuku pergi meninggalkanku setelah dua hari ayahku meninggal. Nenekku bilang padaku kalau ibuku pergi untuk membawa arwah ayahku kembali. Sehingga, kami bisa berkumpul bersama-sama lagi. Namun, tragisnya, hingga aku SMA ibuku belum juga kembali. Aku tidak tau apakah ibuku baik-baik saja atau tidak. Yuk liat kelanjutan ceritanya! Ini murni karangan sendiri, jika terjadi kesamaan ITU BUKAN HAL YANG DISENGAJA!
All Rights Reserved
#681
tragis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kotak Pandora
  • PIPRA
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • Become Straight World (Hiatus!)
  • UNSOLVED (Completed)
  • Beetween Light & Ruin
  • Sincerely (Sung Jinwoo x M. Reader)
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • [HIATUS] Between Obsession And Love
  • Cita Cinta Jenna

KOTAK PANDORA Blurb: Kehidupan Iris berubah 180 derajat setelah tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Ireina, Ibunya. Dimulai dari Ayah Iris, Adam, yang menjadi pendiam dan tidak peduli dengan putrinya, sampai sosok wanita bergaun hitam yang terus mengikuti ke mana pun Iris pergi. Di sekolah barunya, Iris bertemu dengan Erik yang ternyata bisa melihat hal-hal yang tidak kasat mata. Membawanya pada jawaban akan teror-teror yang mereka alami, berujung ditemukannya kotak hitam di rumah kakek Iris, Kotak Pandora. Keadaan semakin kacau saat Iris tiba-tiba menghilang dan Erik berusaha menyelamatkannya. Mereka dihadapkan pada rahasia masa lalu, yang mempertemukan mereka pada sebuah rasa. Juga fakta, kematian memang selalu mengejar di belakang. *** Penulis: Ramlan Abdymar

More details
WpActionLinkContent Guidelines