Hai:)
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 23, 2021
WpInfo
Fanfic
RWBY
Assalamualaikum Apa kamu percaya kata kata ini? Tidak hidup sendiri? Ada orang lain yang menyemangati? Yang mengerti akan dirimu? Yang bisa membuatmu tenang saat sedang takut? Dan menghapus air matamu saat kamu sedih? Nyatanya orang itu tidak ada, yang seharusnya memelukku dan memberikan semangat akn ujian ini, dia hanya memaki, menyalahkan, dan hanya mau keuntungan. Apa bukti dari perkataan orang orang jika "masih ada orang disekitarmu yang siap mendukungmu" MANA?! MANA BUKTI ITU?! Aku terlalu percaya diri dengan semua ini, percaya bahwa mereka akan membelaku atu mendukung ku? Mungkin hanya aku yang tak mendapatkannya. Untuk apa aku dilahirkan jika hanya untuk mendapatkan rasa sakit ini? Apa mereka tidak merasa bersalah telah melahirkan anak tak berguna ini dan memhuatnya sakit sesakit sakitnya. Ah Aku lupa, itu memang tujuan mereka. Aku pernah membaca, ketika kita lahir kita akan menangis sekencang kencangnya sedangkan orang orang tersenyum bahagia karena mereka mempunya teman baru untuk merasakan sakitnya dunia, dan mereka akan menangis meraung raung saat kita mati sedangkan kita tersenyum karena mereka telah kehilangan teman untuk merasakan sakit di dunia. Ya Itu lah yang benar, manusia memang sangat kejam. Aku tak minta dilahirkan, tetapi kenapa aku dilahirkan? Seharusnya aku kalah dalam berlomba bersama dengan ribuan saudaraku untuk membuahi sel telur. Tapi, aku menang. Apa aku merasa bangga saat itu? Entahlah, aku memang sangat bodoh. Dari sini kita tahu, bahwa teman sejati kita yang selalu ada untuk kita, yang akan memeluk kita saat bersedih dan sedang membutuhkan itu hanya ALLAH semata, tidak ada yang lain. Manusia hanya teman di dunia agar kita tidak sendiri. Jangan bergantung pada manusia jika tidak ingin merasakan sakit seperti rasa sakitku, bergantunglah kepada Allah, hanya kepada NYA tidak ada yang lain. Maka kamu akan tersenyum :) Wassalamualaikum (Dari orang yang sedang sendiri)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arshaka Heizen Lergan
  • Alamanda (Telah Terbit)
  •  HAZELA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • AFKARA [END]
  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Lies of life
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Kisah Akala

Ini tentang Arshaka Heizen Lergan. "Hidup tanpa arah itu seperti berjalan di tengah kabut tebal, ngga tahu langkah berikutnya menuju ke mana. Setiap hari terasa sama, berat dan kosong, tapi nggak ada tempat untuk berhenti atau pulang. Hal-hal yang dulu bikin bahagia sekarang cuma bayangan samar yang bahkan nggak bisa disentuh lagi." "Hidup tanpa arah itu rasanya kayak hanyut di laut tanpa tahu di mana pantai. Ada saatnya kepalaku penuh dengan suara-suara, tapi semuanya hening waktu aku coba dengarkan. Rasanya seperti tenggelam perlahan, tapi ngga ada yang datang untuk menarikku ke permukaan. Aku cuma bisa diam, menunggu sesuatu yang mungkin ngga pernah ada." ☆☆☆☆ "Gua ngga pernah minta bantuan orang lain. Kata ayah 'jadi anak jangan menyusahkan siapapun' maka dari itu. gua milih hilang ketika gua lagi kacau dan kembali lagi ketika gua merasa baik" "Gua bukannya ngga mau ngelawan, bukan juga pasrah atas kekalahan. Kata mamah 'Kalau kamu disakitin sama orang-orang, sebisa mungkin kamu jangan membalasnya ya? kalau kita baik sama orang. Besok orang juga akan baik sama kita'." ☆☆☆☆ "Hidup sama ayah emang sakit. Tapi kalau ngga sama ayah, sama siapa?" TIKTOK: @.coklattt

More details
WpActionLinkContent Guidelines