Sadrela'S || Winter ft Jaemin

Sadrela'S || Winter ft Jaemin

  • WpView
    Membaca 4,493
  • WpVote
    Vote 606
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 28, 2024
Seandainya Alara diberi pilihan walau pilihannya antara mati tragis atau hidup tragis. Alara akan dengan yakin memilih mati dengan tragis. Biarlah, setidaknya ia hanya merasakan sakit saat kematiannya saja. Namun, sayangnya Alara harus dihadapkan tanpa pilihan dengan hidup tragis sampai mati perlahan dengan bengis. "S-selesasain semuanya dengan cepat kalau dengan kematian gue lo bahagia." "Ck, belum apa-apa udah dipercepat aja. Payah! Ini bahkan baru permulaan masih jauh ke tahap inti penderitaan lo!" --- Mari menyelam dengan kisah si pemilik nama kesedihan ini, dan mari rasakan sensasi berbagai luka yang menyerang disaat bersamaan, namun jangan terlalu dalam jika tidak ingin mati tenggelam. Bersenang-senanglah dengan luka sekalipun harus berakhir duka. [Harsh word, self harm, bullying] Bijaklah dalam membaca:) Lets get it
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
winter
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Ex or New? [REVISI]
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Sheina (Terbit)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Jika Rumah Bukan Tempat Pulang
  • Burned Wound(Diterbitkan)
  • I'M LONELY (REVISI)

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan