Sadrela'S || Winter ft Jaemin

Sadrela'S || Winter ft Jaemin

  • WpView
    Reads 4,651
  • WpVote
    Votes 606
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 28, 2024
Seandainya Alara diberi pilihan walau pilihannya antara mati tragis atau hidup tragis. Alara akan dengan yakin memilih mati dengan tragis. Biarlah, setidaknya ia hanya merasakan sakit saat kematiannya saja. Namun, sayangnya Alara harus dihadapkan tanpa pilihan dengan hidup tragis sampai mati perlahan dengan bengis. "S-selesasain semuanya dengan cepat kalau dengan kematian gue lo bahagia." "Ck, belum apa-apa udah dipercepat aja. Payah! Ini bahkan baru permulaan masih jauh ke tahap inti penderitaan lo!" --- Mari menyelam dengan kisah si pemilik nama kesedihan ini, dan mari rasakan sensasi berbagai luka yang menyerang disaat bersamaan, namun jangan terlalu dalam jika tidak ingin mati tenggelam. Bersenang-senanglah dengan luka sekalipun harus berakhir duka. [Harsh word, self harm, bullying] Bijaklah dalam membaca:) Lets get it
All Rights Reserved
#120
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Lily of the valley
  • I'M LONELY (REVISI)
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Apa yang Mereka tidak Tahu
  • REGRET [END]
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Devaul • completed

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines