Ini tentang bagaimana aku menjalani hidup tapi harus menutup telinga,,menutup mata,,dan memperluas kesabaran,,
Bagaimana aku pulang namun ke rumah kosong yang tidak ada siapapun,,
Dan tentang bagaimana aku harus berjalan tanpa kaki,,tanpa tangan,,dan tanpa nyawa..
Mungkin ini sangat tidak masuk akal,,namun harus ku jelaskan seperti apa huru hara yang buat aku sempat kehilangan kendali,,bahkan hampir menyerahkan diri ke dunia yang sangat gelap..
I know ga mudah ada diposisi ini,
Tapi semua ini ngajarin aku banyak hal, tentang siapa yang pantas,siapa yang jahat,siapa yang sakit,,dan kenapa harus seperti ini?
Satu tahun lamanya,aku hidup diantara bahagia atau sedih,,harmonis atau sebaliknya..
Setelah nya,semua itu ku pasrahkan sama yang diatas.
Dengan harapan semua baik-baik saja☺️
Fiko hanya ingin bebas.
Bebas memilih jalan hidupnya, bebas bermimpi, bebas bernapas tanpa harus terus mengecewakan.
Tapi hidup tak pernah memberi ruang padanya.
Hari-harinya diisi oleh tuntutan, penolakan, dan suara-suara yang tak memberinya tempat untuk menjadi dirinya sendiri.
Namun, tak ada yang tahu... bahwa di dalam kepalanya, ada dua suara yang terus bertarung: dirinya yang lemah, penuh cinta dan luka, dan satu suara lain yang lebih kelam, lebih tegas-Bayangannya.
Bayangan itu bukan musuh, tapi perisai. Satu-satunya yang berdiri saat semua orang membiarkannya jatuh.
Dan ketika dunia tetap tak mendengarkan...
Fiko memilih pergi-meninggalkan luka yang tak pernah mereka lihat, dan penyesalan yang tak akan pernah sembuh.
Ini adalah kisah tentang keheningan yang terlalu bising, cinta yang tidak dipahami, dan suara-suara di dalam kepala yang menjadi satu-satunya saksi penderitaan.
Ini adalah kisah seorang anak yang tak pernah dimengerti... sampai akhirnya dia memilih diam yang abadi-menghilang untuk selama lamanya.