"HIDUP TAPI MATI"

"HIDUP TAPI MATI"

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 16, 2022
Ini tentang bagaimana aku menjalani hidup tapi harus menutup telinga,,menutup mata,,dan memperluas kesabaran,, Bagaimana aku pulang namun ke rumah kosong yang tidak ada siapapun,, Dan tentang bagaimana aku harus berjalan tanpa kaki,,tanpa tangan,,dan tanpa nyawa.. Mungkin ini sangat tidak masuk akal,,namun harus ku jelaskan seperti apa huru hara yang buat aku sempat kehilangan kendali,,bahkan hampir menyerahkan diri ke dunia yang sangat gelap.. I know ga mudah ada diposisi ini, Tapi semua ini ngajarin aku banyak hal, tentang siapa yang pantas,siapa yang jahat,siapa yang sakit,,dan kenapa harus seperti ini? Satu tahun lamanya,aku hidup diantara bahagia atau sedih,,harmonis atau sebaliknya.. Setelah nya,semua itu ku pasrahkan sama yang diatas. Dengan harapan semua baik-baik saja☺️
All Rights Reserved
#120
cerpenindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • 𝐵𝑜𝑢𝑛𝑑 𝑇𝑜 𝑌𝑜𝑢
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  •  Empathy (On-Going)
  • psychologycal
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • Bungsu?! (Boboiboy Solar) [TAMAT]
  • Diary

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines