Odio Traditore

Odio Traditore

  • WpView
    Leituras 47
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mar 7, 2026
Dendam masa lalu muncul menagih balasan. Saat harga diri terinjak, Rexover bangkit dengan taring yang siap menghancurkan. Di tengah pusaran teror itu, muncul Zaya. Gadis pendiam yang sering melaporkan kenakalan Elang dan sahabatnya ke guru, namun, memiliki wajah yang identik dengan sang pengkhianat masa lalu. Satu per satu anggota tumbang. Semua bukti dan kecurigaan mengarah pada Zaya. Apakah dia hanya siswi teladan yang menyebalkan, atau predator yang sedang menyamar di balik seragam sekolah? Elang harus menghadapi kenyataan. Musuh paling berbahaya bukan yang memegang senjata, tapi yang berdiri di sampingnya dengan senyum yang sulit dibaca. Takdir memaksa mereka membayar dosa masa lalu yang tidak pernah mereka perbuat. . . . Note : Odio Traditore = pembenci pengkhianat (bahasa Italia.) ⚠ Warning, terdapat adegan kekerasan, bahasa kasar dan frontal. Ambil positifnya dan buang negatifnya ya. ⚠
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • President's Wife
  • Skyline Marriage
  • El and Jerganio (End)
  • GUMI [Completed]
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • Kamu Hanya Milikku
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Heyu : Second Gear

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo