We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ELERA

ELERA

  • WpView
    Reads 542
  • WpVote
    Votes 384
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 1, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis menatap dengan mata berkaca kaca orang didepan nya apakah serendah itu dia entah lah kenapa dia bodoh kenapa mengejar cinta yang sama sekali bukan untuknya "GUA MUAK SAMA SIKAP LO GUA GAK SAYANG SAMA LO GAK CINTA SAMA LO CUMAN ICHA YANG GUA SAYANG DAN CINTA GAK AKAN BERUBAH" bentaknya "IYA GUA TAU GUA TAU LO CUMAN SAYANG SAMA SAHABAT GUA GUA UDAH BERHENTI SUKA DAN SAYANG SAMA LO MAKASIH BUAT LUKANYA" bentaknya balik dengan ucap penuh penekanan Laki laki itu hanya diam mencerna apa yang dikatakan perempuan didepanya apa yang dia katakan salah kenapa rasanya sesak saat perempuan itu berhenti mencintai berhenti Langsung saja pergi dari hadapannya melewati laki laki yang terdiam sesak rasa didada menahan tangis dia tidak mau terlihat lemah didepan cowok brengsek itu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • about us and him ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • GARIS LUKA
  • the other side
  • KIARA [End]
  • Aku Adalah Lukamu
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]
  • ALVARA
  • he is my lover

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines