We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
[BL] Nachste

[BL] Nachste

  • WpView
    Reads 6,012
  • WpVote
    Votes 857
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Baru-baru ini, di Akademi Zuic muncul seorang Elf yang mengejutkan banyak orang dengan mendapatkan posisi Dark Mage. Hal ini memicu kehebohan karena secara umum, bangsa Elf dikenal sebagai makhluk yang kaya akan cahaya. "Tubuh ini kekurangan gizi, perlu beberapa lama agar kembali normal. Gift yang kudapat terkunci dan Skill juga terkunci, tidak berguna! Keberuntungan apanya, cuih! Penuh kesialan!"
All Rights Reserved
#229
maleprotagonis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Elemen Terkuat. [ON GOING]✍️
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐀𝐭𝐭𝐚𝐥𝐚 [𝐁𝐋] END
  • Underworld S1 [End✔️]
  • Transmigrasi Gadis Bumi (Gadis Sakti Dari Bumi)
  • Mahkota Phoenix: Awal Dari Permulaan S1|End (Revisi)
  • ESPINA DE ROSA I : The Shattered Crown [ON GOING]

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines