RUNTUH 2 | on going

RUNTUH 2 | on going

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 28, 2022
WpInfo
Fiction
Mystery
"Dimas? lo kenapa sih?"-Tanya karin sambil memegang tangan dimas, "Gw gak kenal sama lo!"-sentaknya menepis tangan karin dengan kasar. karin tersentak saat dimas kasar padanya yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Dimas pergi begitu saja tanpa memperdulikan karin yang masih terdiam kaget akibat perlakuannya barusan. Dimas, laki-laki menyebalkan itu telah berubah 170° kali lipat menjadi lebih menyebalkan. dia tidak mengenali Karin lagi, bahkan dia berkata tidak mengenali Karin. ______ Selamat pagi bintangku... tetaplah bersinar walaupun di tengah kegelapan. Cantiknya gw. ____ Dingin... disini dingin... Kiran takut... Maaf karna kiran jahat sama kamu... maaf... @HonnyQuen127 @HonnyQuen127
All Rights Reserved
#8
ditinggalkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • JANGAN CUEK!
  • ARION [END]
  • Best Brother And Best Friends  || Nomin
  • ARENA
  • Hidden Taste |Choi Soobin END✓
  • Core d'Azur | KookMin
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Before the After
  • Bertemu Denganmu [TAMAT]

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines