[HwangShin]
Gadis itu bernama Rain. Ia menyukai langit senja. Ia menyukai buah jeruk. Ia menyukai warna jingga. Ia menyukai dirinya, meski pun ternyata cukup banyak yang merasa sebaliknya, memilih menyakiti perasaannya.
Berulang kali dikecewakan oleh pria, termasuk ayahnya sendiri, membuat Rain mempertanyakan makna cinta yang seringkali menjadi topik utama dalam lagu-lagu yang dinyanyikan dan disukai banyak orang. Terima kasih kepada ayah Rain yang seorang musisi, ia semakin membenci musik dan enggan menyanyikan lagu bertema cinta.
Di tengah kekacauan yang menimpanya, Rain tak sadar bahwa ia telah berjalan cukup jauh hingga tiba di sebuah kafe bernama ORAIN, di sudut kota yang jarang ia lewati. Tempat yang menjadi awal mula pertemuannya dengan seorang pria pengantar jeruk yang membuat kehidupan Rain berubah drastis.
"Kamu begitu menyukai jeruk hingga terus memakannya berkali-kali dalam hidupmu. Namun, di antara semua jeruk yang kamu makan, pasti kamu pernah merasakan jeruk yang kecut. Lantas, kenapa kamu masih ingin memakannya?"
---
Published on February 17th, 2022
Original Story by @damylovesdaisy
Di bumi manusia itu aneh. Menginginkan hujan, tapi takut kehujanan. Menyukai panas, tapi tidak mau kepanasan. Seperti halnya Rain yang membenci hujan. Karena hujan adalah kebencian dan petir adalah ketakutan. Bukan berarti ia juga menyukai panas. Ia tidak menyukai kedua musim itu di bumi. Jadi, apa yang ia suka? Jawabnya mendung.
Di bumi mendung tercipta karena adanya awan. Nama yang sama seperti sahabatnya. Apa itu artinya Rain juga menyukainya? Tidak! Maksudnya tidak sekedar menyukai, Rain sudah mencintai. Kalau Awan juga menyukai hujan, apa itu artinya Awan menyukai Rain?
===
"Bagaimana hubungan kita ke depan?"
"Jalani saja dulu, semua butuh proses kan?"
"Kalau kita sama-sama bosan?"
"Wajar, nanti juga bosannya hilang."
===
"Harus menunggu sampai kapan biar kamu suka sama aku?"
"Sampai kapanpun kita itu teman."
"Nggak bisa lebih?"
"Bisa. Kita sahabat."
"Bukan itu maksudku. Kalau memang kamu enggak pernah ada rasa kenapa enggan berterus terang? Kenapa membiarkanku larut dalam harapan?"
"Karena berharap membuatmu senang bukan?"
====
25/05/19
01.00am