We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Villainess Wants Happy Ending (Completed)

Villainess Wants Happy Ending (Completed)

  • WpView
    Reads 365,835
  • WpVote
    Votes 35,498
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 1, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Amadia Dulce Fidel merupakan bangsawan dari keluarga Fidel. Tepatnya, putri pertama Grand Duke Baltasar Andres Fidel. Dia diasingkan oleh keluarganya sendiri karena dianggap melakukan hal yang memalukan. Hamil di luar nikah. Karena hal tersebut, Amadia selalu melampiaskan kekesalannya pada sang anak. Gadis tak berdosa itu selalu disiksa oleh sang ibu. Belum lagi, tanpa sadar Amadia menjadi boneka ibu serta saudara tirinya. Ia melakukan kejahatan atas perintah mereka bertiga. Lalu, bagaimana reaksi Arelia--putri Amadia--saat menyaksikan sang ibu yang mendadak baik? Apakah ia akan menerima begitu saja setelah penyiksaan berkepanjangan? Dan, bagaimana cara Amadia sendiri untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Arelia? *** Note : Semua gambar yang terdapat dalam cerita diambil dari Pinterest.
All Rights Reserved
#9
grandduke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I became the wife of the male lead {End}
  • AFDALIA (ONGOING)
  • Rewrite My Second Life [END]
  • How To Be A Good Mother
  • My Dragon [Completed]
  • The Antagonis Body!
  • When an Antagonist becomes Heroine
  • Lady Gen Z
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]

SEGERA TERBIT! Lysandra. Seorang mahasiswi kedokteran, harus menelan pahit kenyataan dan situasi yang menimpa dirinya. Gadis yang memiliki mulut ceplas-ceplos itu, menyadari jika jiwanya terlempar ke dalam tubuh figuran yang merupakan istri dari pahlawan pria. Yang dimana, akan mati dipenggal oleh protagonis pria tersebut. Memikirkan secara keras akan kelanjutan hidupnya, Lysandra bertekad akan menceraikan Gavril, sebelum waktu kematiannya tiba. ........... "Mari bercerai." Udara terasa membeku begitu saja, seakan waktu ikut berhenti guna memperjelas suasana. kedua manik hitam pekat Gavril, melebar karena terkejut. Pria yang jarang menunjukkan ekspresi itu, untuk pertama kalinya terkesiap tak percaya. "Lihat aku." Jari-jari panjang milik Gavril, mendekat lalu mengarahkan dagu sempit wanita itu agar menatap padanya. "Kau meminta cerai?" Wajah tampannya terdistorsi sesaat sebelum senyuman menawan di bibirnya kembali tampil. "Aeris....." Merinding naik ke punggung Aeris. Suara Gavril terdengar lembut, hanya saja situasi dan ekspresi wajahnya, sangat tak kontras dengan nada yang ia keluarkan. "Bunuh aku." "Y-ya?" "Lebih baik aku mati dari pada harus berpisah dengan istri ku." Genangan air, mulai menumpuk pada kelopak matanya. Dapat dipastikan, jika pria itu mengerjap, maka cairan bening itu akan lolos dari tempatnya. Tunggu, tunggu! Mengapa jadi seperti ini?! Aeris adalah figuran! Figuran! Demi nenek Tapasya dan Upin Ipin yang tak tamat-tamat TK, ini teh, kumaha?!

More details
WpActionLinkContent Guidelines