Story cover for Memories by sufyanaa
Memories
  • WpView
    Leituras 1,659
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Capítulos 9
  • WpView
    Leituras 1,659
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Capítulos 9
Em andamento, Primeira publicação em dez 31, 2014
Bagi Celine Oktaviani, masa lalu bukanlah hal yang tabu untuk diungkit kembali. Selama empat tahun ia telah "hidup" bersama seseorang dari masa lalunya melalui mimpi. Mimpi-mimpi itulah yang menjadikan dirinya yakin bahwa seseorang dari masa lalunya tersebut akan hadir lagi ke dalam hidupnya. Tak disangka, takdir membawa seorang dari masa lalunya yang lain ke hidup Celine dan lelaki itu meminta kesempatan untuk dapat berhubungan kembali dengannya. 

Awalnya sangat aneh bagi Celine untuk menerima kehadiran orang tersebut. Terlebih lagi, kehadiran lelaki itu perlahan mulai mengaburkan  mimpinya. Akankah Celine masih percaya pada mimpinya...? Atau apakah ia akan lebih memilih hal nyata yang ditawarkan oleh orang yang pernah menyakitinya...?
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Memories à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#157heartbreak
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Crazy Marriage cover
NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP] cover
My Trip My Future ✓ [REVISI] cover
Obses Ex And My Crush  cover
DEAR SOPHIA cover
RETAS (TELAH TERBIT) - Prahara cover
LOVE, LIFE AND LIES [COMPLETE] cover
Beloved Sunshine cover
Say Bye cover

Crazy Marriage

41 capítulos Concluída

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"