Marrying Mr. A

Marrying Mr. A

  • WpView
    Reads 627
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 28, 2022
[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA] #109 Perpisahan (28/4/22) #77 Pertemuan (28/4/22) "Mencintai manusia memang ketidaksengajaan yang menyakitkan," lanjut Arshaka seraya melemparkan pandangan pada taman di samping kantin yang terlihat bersinar diterpa cahaya matahari. "Sakit, tapi candu untuk diulang." Hayya menatap pemuda tersebut. Mendadak dia terdiam untuk mencerna ucapan dokter muda ini. Apa yang coba Arshaka maksud mengenai ini? Hidup Hayya hambar, bahkan nyaris hancur seperti yang sudah dia duga sejak lama: keluarga, kehidupan yang memuakkan, hari-hari mengekang, dan dunia gila bernama percintaan. Dewasa bukan lagi soal ucapan cinta, kasih sayang, atau bahkan diksi yang nampak berkesan. Saat Hayya bilang mencintai Dave, bukan berarti dia bisa memiliki lelaki itu. Tidak sama sekali! Bahkan dirinya tidak berhak untuk sekadar menggenggam tangan Dave. Dia dan Dave berbeda, tak ubahnya kata cinta yang tidak akan pernah jadi kita.
All Rights Reserved
#20
arshaka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SANTRI PUNYA CERITA (TERBIT)
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Lembayung Terakhir
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • ALESYA (END)
  • Stay With Me
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]
  • This Is Our Way | ✔
  • Welcome My Happiness
  • RUN-AWAY

⚠WARNING ZONA BAPER! Cerita ini sudah terbit di CANDUPENA.ID PUBLISHER sebagian Part sudah di hapus :) Peringkat 19 romance 08/08/2021 16 roman 08/08/2021 Surat itu tergolong singkat tapi isinya membuat Gava tak berkutik, Gava belum bisa mempercayai isi surat itu. Sedangkan Hifza yang berada disampingnya khawatir melihat perubahan mimik dan gestur pada tubuh Gava. "Gava, izin membacanya suratnya." Hifza meminta izin untuk melihat isi surat itu dan diberi anggukan oleh sang empu. "MasyaAllah," Hifza bahagia melihat isinya hal terburuk yang ada difikiran Gava itu tidak terjadi. "Aku benar-benar belum bisa mencerna ini semua." Gumam Gava dengan tatapan kosong. "Kadang ada kalanya kita tidak diperuntukan memahami hal yang terjadi, melainkan menjalankan skenario terbaik yang telah Allah atur untuk masing-masing hambanya." Ujar Hifza sambil memeluk sahabatnya itu. Penasaran? langsung baca aja yuk...

More details
WpActionLinkContent Guidelines