After Evlenmek

After Evlenmek

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 25, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
Cerita ini berkolaborasi dengan @sylost Jika biasanya orang-orang saat sekolah online akan belajar online, menonton drama, dan lain sebagainya. Berbeda dengan perempuan yang kini tengah terduduk diranjang yang ada di kamarnya. Ruqayyah El-Zara, seorang perempuan yang kini tengah terduduk di tahun kedua SMA nya. Zara bersekolah bukan di sekolah pada umumnya, melainkan di sebuah pesantren yang cukup terkenal di kotanya. Zara termasuk anak yang cukup pintar dalam pelajaran umum namun tidak dalam pelajaran agama. Walau bisa dibilang nilainya tak seburuk itu, namun tetap saja, ia tidak terlalu puas dengan hasilnya. Tapi... Mungkin bagi sebagian orang, seorang anak yang bersekolah di pesantren menikah di usia muda sudah menjadi hal yang lumrah. Namun tidak bagi pesantren yang kini menjadi tempat belajar seorang Ruqayyah El-Zara saat ini. Dimana pesantrennya tersebut anak-anak muridnya tidak lagi berpikir demikian. Pola pikir mereka bukan lagi setelah lulus akan menikah, melainkan pola pikir mereka adalah setelah lulus akan melanjutkan kuliah dimana. Bagi mereka juga, menikah muda untuk zaman yang sudah canggih dan serba modern ini sangat bukan diri mereka. Singkatnya, mereka bukan lagi generasi lulusan pesantren akan menikah melainkan mereka kini generasi lulus pesantren akan melanjutkan kuliah dan menikah mungkin saat usia mereka menginjak 20 tahunan atau lebih. Jika demikian bagaimana nasib seorang Ruqayyah El-Zara? Jalankan lulus kuliah, kini bahkan ia masih duduk dibangku SMA. Jika boleh jujur, tentu saja Zara masih mau melanjutkan pendidikannya. Tapi, mendengar kedua orang tuanya yang sedang berbincang dengan calon suaminya itu sedikit membuat pertahanan Zara goyah. Bagaimana tidak? Pasalnya kedua orang tuanya sangat bersemangat saat berbincang-bincang dengan calon suaminya itu apalagi sang ibu, Zara bisa mendengar suara ketiganya walau terdengar sedikit samar.
All Rights Reserved
#18
boarding
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Syurga Khaliza (Completed)
  •  ANNA UHIBBUKA FILLAH IMAMKU
  • Surah Hafalan untuk Ustadz (TELAH TERBIT)
  • Serumit Rasa: Istri Simpanan Pewaris Tunggal (COMPLETED)
  • ISTRI RAHASIA GUS ADNAN : a big secret, puzzle the game
  • the best choice
  • Zidan With Syakira
  • Cinta Neng Zulfa
  • tentang sebuah rasa

[FOLLOW DULU BIAR BERKAH] Ini bukan kisah cinta suci nya Muhammad dan Khadijah, karena Khaliza tidak sesuci itu hingga bisa mendapatkan seseorang seperti kekasihnya Allah, Ya Rasulullah. Tetapi anggaplah Khaliza Nur Annisa yang baru menginjak umur 20 tahun masih tampak seperti remaja labil tak selaras dengan usianya. Apalagi di zaman modern ini, manusia lebih memikirkan perihal dunia dibandingkan akhirat begitu juga dengan sosok Liza, sejak kecil dunianya hanya seputar dance, dance dan pacaran. Eitttzzz, jangan salah. Mojok di dekat mushola kampus sewaktu dhuha atau ketika jam-jam nya sholat hanya untuk melihat dosen tampan yang suaranya bak malaikat surga, itu sudah menjadi hobi nya semenjak menginjakkan kakinya di Universitas Negeri di Bandung. Dia Hafiz Al Barra Radeya, Pangeran syurganya liza. "Masyaallah, maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan. " "Astagfirullah, Dosa lizaaa jangan ngeliatin sampe segitunyaa. " Akankah Liza berhasil merebut hati seorang Barra? Ataukah Barra akan ilfeel dengan sikapnya? #6 Barra (2 sep'20) #1 ukti (5 sep'20) #15 santai (2 sep'20) #8 assalamualaikum (5 sep'20) #10 Jomblosampaihalal (2 sep'20) #10 syurga (5 sep'20) #18 kuliahan (14 sep'20) #19 ceritaislami (14 sep'20) @putriangrini copyrighttt

More details
WpActionLinkContent Guidelines