Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Encounter

Encounter

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 27, 2021
Sabrina itu gak mau kalah kalau soal pelajaran dan perlombaan. Dia adalah cewek paling ambis sejurusan IPS. Tapi soal percintaan dia selalu kalah dan ngalah. Bisa dibilang, kisah cintanya gak pernah berhasil. Apalagi dengan Genta yang ia yakini akan kalah lagi karena bertepuk sebelah tangan. Sampai suatu insiden yang membuat ia jadi mengenal Arya, teman satu sekolahnya. Cowok ambis dari jurusan yang dibenci Sabrina; IPA. Persaingan pun dimulai untuk meraih penyandang gelar murid terbaik di hari kelulusan nanti. Tapi, bagaimana kalau di tengah persaingan itu Arya seolah menawarkan kisah cinta kepada Sabrina? Akankah Sabrina kalah oleh cinta, atau justru kalah oleh ambisinya? Bertemu dengan Arya adalah mimpi buruk sekaligus mimpi indah bagi Sabrina, yang berarti ia belum sampai pada kenyataan sesungguhnya ketika terbangun suatu hari.
All Rights Reserved
#78
genta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • DRABIA [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Ali Arkhan
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Rewrite the Start
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Zara's Story

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines