Atharya Bumi Kavindra-anak receh, sedikit alay, dan lumayan suka hujan. Menurutnya, hujan itu menyenangkan. Udara jadi dingin, pas banget buat minum teh hangat, lalu tidur nyenyak di bawah selimut.
Galau? Ah, di kamus Arya nggak ada yang namanya galau. Yang ada cuma gamon-gagal move on. Kata temannya, itu sih sama aja, tapi Arya tetap keukeuh membedakan.
Dia nggak suka tempat yang sepi dan gelap. Katanya, terlalu menyeramkan, mengingatkannya pada kuburan. Arya juga punya jantung yang lemah, gampang kaget. Kalau ada yang tiba-tiba muncul dari belakang atau teriak mendadak, dia bisa langsung merasa dadanya nyeri. Wkwkwk, katanya.
Arya punya dua saudara. Kakaknya, Arthan Langit Arkish, seorang yang tegas dan emosional kalau tempatnya diusik. Mas Athan bekerja di BIN, penghasilannya lumayan besar, tapi sifatnya dingin dan judes. Walau begitu, dia peka terhadap adik-adiknya, terutama si bungsu, Keysha. Apapun yang Keysha mau, pasti dibelikan. Kadang Arya iri juga, tapi kalau protes, mas Athan selalu berkata, "Keysha itu perawan bujang, jadi harus diturutin. Emang kamu udah gede, nggak ada kerjaannya."
Mas Athan jarang pulang. Setengah tahun sekali, paling cepat. Dan setiap kepulangannya, rumah mendadak berubah seperti markas tentara-tegas, teratur, tapi tetap penuh kepedulian yang tak tampak secara langsung.
Bagaimana perasaanmu jika terbangun di dalam raga orang lain?
.
Saat Arshinta Kiraina sedang menulis akhir karya terbaik sepanjang hidupnya, takdir berkata lain. Gadis malang yang sampai akhir hayatnya tak pernah merasakan kasih sayang itu kembali ke pelukan sang pencipta.
Lucunya semesta belum mengizinkannya berpulang, ia malah terbangun di raga gadis asing. Kavya Arunika, nama dari pemilik raga yang di tempatinya. Entah kesialan macam apa yang menimpahnya, pemilik raga yang di tempati adalah tokoh antagonis dalam cerita yang dibuatnya.
Tidak pernah sekalipun Arshinta membayangkan jika ia akan masuk ke dalam cerita yang di tulisnya. Ia memasuki tubuh sang antagonis bodoh yang terobsesi untuk memiliki tokoh utama pria. Rasanya terlalu mustahil, sebab sosok Arshinta dan Kavya merupakan kontradiksi yang salalu berlawanan.
"Sekeras apapun gue nyoba untuk berbuat baik, gue akan selalu jahat di mata lo. Karena peran gue sebagai antagonis, bukan tokoh utama dalam cerita ini." -Kavya Arunika, IBTA
[Dropped]
ㅤ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
ㅤ⌗𝐃isclaimer : 𝟣𝟨+, bahasa, fiction, harsh words & broken english, excuse the typo(s), mentioning (blood, violences, some mental issues), kindly give feedbacks by (vote/comment).