Do you feel it?

Do you feel it?

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 15, 2022
WpInfo
Fiction
Horror
Rohim adalah seorang siswa sekolah menengah atas. Sekarang dia menduduki kelas 11. Rohim semakin sibuk dengan rutinitasnya, ia selalu pulang sore bahkan sesekali sampai pulang malam. Hari ini dia pulang sore lagi, setelah selesai latihan PMR. Setelah menunggu lama di halte ia akhirnya naik sebuah angkot. Walaupun sudah tidak nyaman perasaannya sebelum menaiki angkot itu, ia memaksakan diri. Sepi yang ia rasakan di tambah kejadian-kejadian aneh saat di dalam angkot. Di dalam "angkot hijau lumut".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CERITA HOROR SEKOLAH
  • UJIAN
  • GIRL IN THE SHADOW
  • Mystro {On Going}
  • Mistery Love
  • Romper Pared
  • Kelas Ekstra (novelet) | Tamat
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • Shadow School Mystery
  • Charoque Boarding School

Di sebuah sekolah menengah yang terkenal dengan gedungnya yang tua dan penuh sejarah, desas-desus mengenai ruang bawah tanah yang terlarang terus menyebar di kalangan siswa. Sekolah ini berdiri megah di atas bukit, dengan pepohonan rimbun yang membuat suasananya selalu terlihat kelam, bahkan di siang hari. Legenda mengisahkan tentang seorang siswa yang menghilang bertahun-tahun lalu di dalam gedung tua itu, dan sejak saat itu, terdengar suara langkah kaki dan bisikan aneh di lorong-lorong saat malam tiba. Suatu malam, sekumpulan siswa yang penasaran memutuskan untuk menyelidiki. Mereka mendengar cerita tentang sebuah cermin besar di ruang musik yang konon bisa memperlihatkan bayangan orang-orang yang sudah mati. Salah satu siswa menghilang saat berani menatap cermin itu terlalu lama. Mereka pun mulai menyadari ada sesuatu yang mengawasi mereka, mengintip dari sudut-sudut gelap, dari ruang kelas yang terkunci, dan dari bayangan di balik tirai tebal. Misteri semakin dalam ketika mereka menemukan buku catatan tua di perpustakaan yang penuh dengan kisah-kisah tragis yang pernah terjadi di sekolah itu. Setiap halaman seolah menceritakan takdir mengerikan seseorang yang seolah ditakdirkan terulang. Tanpa mereka sadari, mereka telah membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur. Ketika mereka mencoba untuk berhenti dan melupakan semuanya, kejadian aneh terus menghantui mereka-seperti suara lonceng yang berdentang saat jam menunjukkan angka 13, atau sosok samar yang berdiri di belakang jendela kelas saat mereka bergegas pulang. Mereka harus mengungkap misteri ini sebelum semuanya terlambat, karena setiap malam yang berlalu, jumlah mereka semakin berkurang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines