Kala Itu
  • WpView
    Reads 448
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 8, 2025
Sekar Arumi tak tahu di titik mana dia berada. Rasanya rendah, begitu rendah sampai ia tak tahu sejauh apa permukaan bisa dilihat. Suatu kejadian membuat Arum berpindah dari tempat dirinya berasal. Namun, sebuah takdir jika sudah tertulis maka jadilah demikian. Arum merasakan penderitaan yang sama. Sampai akhirnya seorang lelaki indis hadir dan mengubah segalanya. "Aku suka pribumi. Mereka seperti ... langit," ucap lelaki bernetra biru itu tanpa mengalihkan sedikit pun atensinya dari Arum.
All Rights Reserved
#28
mesinwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lautan
  • RIMBA MERUN
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Semesta Angkasa | Teenlit ✔
  • Desir Arah
  • If You ✔️
  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
Lautan

Menurut Biru, hidup itu ibaratkan seorang manusia yang mengambang di tengah lautan lepas. Di tengah fatamorgana kebiruan itu manusia punya pilihan, antara berusaha atau justru sebaliknya, meski dia tidak tahu persis apakah ia akan tetap hidup atau mati kesia-sian. Tapi setidaknya masih ada keinginan untuk menggapai harapan, bahwa ia akan menemukan daratan. Dalam perjalanannya, tentu ada terik, badai, dan ombak pasang yang hampir menenggelamkan. Dalam benaknya terbesit dua kemungkinan, daratan itu ada dan indah atau daratan itu abu-abu dan hanyalah oasis dari angan ketidakpastian. Biru tahu terlalu lebay menyamakan hidupnya dengan nasib manusia yang sedang terombang-ambing. Namun mental remajanya yang masih labil membuatnya selalu menyerah, sama seperti pilihannya jika di tanya seandainya Biru sendiri yang mengambang di lautan lepas. Biru tak bisa berenang seperti Samudra, kembarannya, yang bahkan pernah juara satu lomba renang dan lagi-lagi di puji Papa. Biru tak bisa cantik macam matahari yang dapat mencairkan sikap dingin Arvin. Dan Biru selalu tak bisa menghindar dari segala kritikan dan sikap nyeremin Nebula, yang ibaratkan kutub negatif tertarik ke kutub positif. 2. 12. 2022 s/d 25. 01. 2023 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines