Wajar?

Wajar?

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Wajar" satu kata bagaikan mantra yang secara tak sadar selalu aku ucapkan dalam hati. Namun, tak selama otak ini mampu menangkap isi hati tersebut untuk kemudian diolah dalam diri. Kenyataan lebih menampar dari sekadar kata "wajar". Sekian hari selalu bersembunyi tak hanya pada orang lain namun juga pada diri sendiri. Menyimpan dalam gelap, meluruh dalam sunyi, dan menyingkir perlahan hingga tak terlihat. Untuk angan, maukah kau tetap bersamaku? Tak apa walau sebentar. Setidaknya anganlah yang mampu memberiku secercah senyuman walau terselip lara.
All Rights Reserved
#754
benci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Sekali Lagi (End)
  • Mahligai Sunyi
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • JUDUL
  • If It's You
  • CINTA DALAM DIAM

Nura Silviani tidak pernah membayangkan bahwa cinta yang tumbuh perlahan bisa hancur secepat itu. Arka datang sebagai angin tenang yang menghapus luka-luka lama, lalu berubah menjadi badai yang meluluhlantakkan semuanya. Mereka pernah saling percaya. Pernah saling membayangkan masa depan. Namun, kehidupan tak berjalan seindah rencana. Cinta diuji, luka disimpan, dan akhirnya-perpisahan menjadi akhir yang tak bisa dihindari. Saat Nura mencoba bertahan, Arka memilih melepaskan. Saat Nura menunggu di tengah gerimis, Arka menghilang dalam kabut diam. Semesta seperti tak ingin mereka bersama, meski hati masih saling menatap dari kejauhan. Dan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, perasaan itu tetap ada, tinggal di ruang paling sunyi dalam hati Nura. "Aku mencintaimu, bahkan saat semesta tak merestui."

More details
WpActionLinkContent Guidelines