Call Home,

Call Home,

  • WpView
    Membaca 633
  • WpVote
    Vote 48
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 20, 2025
Bukan hanya tentang Dimitra dan dunianya yang kosong melompong, bukan juga tentang Nata beserta hal hal tak kasat mata yang dilihatnya serta berbagai hal di sekelilingnya yang penuh kehangatan, ataupun bukan juga tentang Agas yang tidak kunjung bisa mengartikan perasaannya sendiri. Ini tentang cara cara tidak terduga menemukan kenyamanan melalui hal hal sederhana. Juga cara tak terduga menemukan tempat untuk "pulang".
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#425
haruto
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Fifth Taste
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Coffe Shop
  • When Two Hearts Collide
  • GREY NO MORE | RAMI X HARUTO ( TAMAT )
  • DASAR, LAUT!! [ON GOING]
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna

Hidup Rea dibagi dua: yang disembunyikan, dan yang dirindukan. Ia tumbuh di bawah cahaya lampu sorot - tapi bukan miliknya. Namanya sering disebut, tapi hanya sebagai bayangan: "Adiknya Damar." Tak ada yang benar-benar melihat Rea. Yang mendekat hanya ingin meminjam kunci masuk ke dunia sang bintang. Maka Rea memilih mundur. Menjadi samar. Sebagai Reinelicious, ia bersinar tanpa nama, tanpa wajah. Tapi di balik tiap irisan bawang dan bisikan resep, ada luka masa kecil yang belum reda. Kini ia mencoba hidup sebagai mahasiswi biasa - menyembunyikan silau dengan kemeja kotak dan kacamata besar. Namun dunia tak sesederhana itu. Ada Damar, kakak yang ia sayangi dan benci sekaligus. Ada Gilang, lelaki diam yang selalu hadir... dan entah sejak kapan jadi rumah. Ini bukan kisah cinta dalam tempo cepat. Ini kisah mereka yang pernah tenggelam, mencoba berenang ke permukaan - lewat masakan yang menghangatkan, lewat nyanyian yang menjerit, lewat luka-luka yang tak ingin ditambal, tapi dipeluk perlahan hingga terasa ringan. Meski tak sepenuhnya hilang. Disclaimer: Semua tokoh, tempat, dan adegan dalam novel ini adalah fiksi. Kesamaan dengan nama, peristiwa, atau individu nyata adalah kebetulan semata. Penyebutan merek, lokasi, event budaya, dan figur publik adalah bagian dari unsur naratif - tanpa afiliasi atau klaim keterlibatan resmi. Resep dalam cerita ini adalah bagian dari dunia Rea, bukan rujukan teknis memasak. 💛

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan