Bisik
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 27, 2021
#psikologi #mentalhealth Di usianya yang ke-18 tahun, Aditya menjalani kehidupannya yang jauh berbeda setelah perceraian kedua orang tuanya. Sebelumnya, ia selalu merasa tertekan tinggal bersama kedua orang tuanya yang selalu tak akur. Saling berbicara dengan lantang, bahkan tak jarang saling melempar barang 'tuk menunjukkan siapa yang paling kuat. Kini, putra mereka dibayangi oleh sesuatu yang mungkin kebanyakan orang tak nampak. Suara derap kaki, tembakan, bau-bau asing yang mengganggu inderanya. Segala bisikan, tawa, tangis, raungan, dan teriakan selalu memenuhi isi kepalanya. Banyak wajah-wajah yang hanya bisa ia lihat. Namun, siapa yang akan mempercayainya? Di samping itu, ada Kiara yang selalu percaya pada laki-laki itu. Walau semua orang menganggap Aditya tak waras, dia justru berkata bahwa sahabat masa kecilnya 'istimewa'. Rasa cinta yang kian tumbuh di hati Kiara, tak jarang membuat dirinya merasa tertekan. Laki-laki itu malah memilih mencintai gadis yang bernama "Gabrielle". Yang bahkan tak pernah ia lihat sekalipun. Lalu, apakah Kiara dapat mendapatkan hati Aditya yang di dalamnya sudah terselip nama Gabrielle? Bisakah Aditya keluar dari lingkaran halusinasinya?
All Rights Reserved
#66
halusinasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Andira [End]
  • K e [y] n a [n]. [COMPLETED]
  • KHALILA AND OTHERS
  • Candrakanti  [Lengkap]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Antara Cinta dan Lara
  • ARIEANNA
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • SADDAM & KAYLA

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines