Hanya Kita

Hanya Kita

  • WpView
    MGA BUMASA 513
  • WpVote
    Mga Boto 17
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Dec 25, 2015
Mungkin disini hanya aku yang berharap. Mungkin tulisannya sewaktu itu hanyalah sebuah tulisan biasa tanpa makna yang mendalam. Tanpa diisi dengan harapan. Atau mungkin aku yang terlalu banyak berharap dari dirinya, seseorang yang memberikanku banyak harapan. Dan ketika aku menyadari ternyata memang ini hanya sebuah harapanku belaka. Aku terdiam, dan memutuskan untuk melupakannya. Membiarkan cintaku, yang selama ini aku jaga hanyut, luruh, dan terbawa oleh hembusan angin yang dingin. Tetapi dia tiba - tiba dia kembali datang dan memberiku harapan untuk yang kesekian kalinya. Haruskah aku mempercayai itu benar akan terjadi? Haruskah aku percaya dia tidak akan bohong? tidak akan membiarkan hatiku sakit untuk kesekian kalinya? Haruskah aku mengambil harapan itu lagi? Atau aku harus tetap jauh dari dirinya? - - - - Hanya Kita. dua kata yang menjadi judul dari cerita lanjutan Moca Dandelion Sabrina. Selamat membaca :) -Araitri
All Rights Reserved
#42
hanif
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Maina & Maxim
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Spring House
  • Cinta dan pencarian diri
  • Davin
  • OUR PROMISE
  • Memories De La Mafia

Katanya aku manis. Polos. Bidadari tanpa sayap. Lucu ya, betapa mudah manusia jatuh cinta pada ilusi. Aku cuma belajar satu hal dari hidup: jadi korban itu menyakitkan. Tapi terlihat seperti korban-itu kekuatan. Kau tahu rasanya dipeluk oleh keluarga yang bukan milikmu? Dicintai, dimanja, lalu diam-diam disamakan dengan bayangan yang tak pernah bisa bersinar sendiri? Aku tidak minta dunia ini adil. Aku cuma ingin mematahkannya, seperti mereka mematahkan aku. Dan Maxim? Kakak sempurna yang dulu mengusap rambutku-sekarang kusebut nama dengan gigi terkatup. Dia pikir aku masih gadis kecil yang diam-diam naksir bayangannya. Padahal, sejak dulu aku ingin menghancurkannya, atau membuatnya bertekuk lutut. Tapi tenang, ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang dua luka yang tumbuh di tempat yang salah. Aku adalah hasil sampingan dari dunia yang katanya indah. Dan sekarang aku kembali-bukan untuk pulang, tapi untuk menyulut kebakaran terakhir.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman