Angel or Devil

Angel or Devil

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 12, 2022
"Sepatu lo bernajis Dean! Ini lantainya udah suci!" serunya dengan suara lantang. Mereka yang mendengarnya melongo tak percaya, terlebih lagi Dean, orang yang dimaksud. "Terus sepatu lo suci gitu?!" tanya Dean tak terima. "Sepatu gue tentu suci, kaya gue yang masih suci," sahut Jova enteng. "Yaudah nanti lo gue jamah aja biar gak suci lagi," balas Dean dengan santai Sebuah sepatu mendarat tepat dimuka cowo itu. Randi dan Bagas hanya menonton sedari tadi lantas tertawa kembali. Apalagi Randi yang sampai memegang perutnya. "Jamah tuh sepatu!" ejek Jova puas. ----- "Van, tau on gak?" Dean tiba-tiba bertanya pada Jova. Ia sudah menyelesaikan gamenya beberapa detik lalu. "Tau. On lagu BTS kan? Yang Jungkook make baju keliatan keteknya kan?" Jova menjawab tanpa mengalihkan pandangannya. "Bukan," sanggah Dean. "Terus?" "Eonjejjeumilkka dasi geudael majuhandamyeon nuneul bogo malhallaeyo bogo sipeosseoyo," Dean menyanyikan sepenggal lagu milik maknae BTS itu. Ia tau lagu ini karena sering fyp diberanda tiktoknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Elvina [COMPLETED]
  • ALEYA~~
  • My Duchess / End
  • GHAVARI
  • Pemuda Misterius [SELESAI]
  • Misi Kalisa (End)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ARKAN |END| Belum Revisi

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines