I Refused to be a Non-Brained Antagonist

I Refused to be a Non-Brained Antagonist

  • WpView
    Reads 1,457,992
  • WpVote
    Votes 155,614
  • WpPart
    Parts 78
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 29, 2024
Sebagai gadis yang terkenal jenius dan pintar, Evelyn tiba-tiba mendapati dirinya terbangun di tubuh asing. Yang terakhir ia ingat adalah dirinya melintasi jalan, lalu... apa lagi? Hanya butuh sepuluh menit bagi Evelyn untuk mengetahui identitas tubuh asli dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Eve Cordelia Carlisle adalah nama asli tubuh ini. Nama yang hampir sama dengan nama aslinya. Jika ingatannya tidak terganggu, Eve adalah karakter dalam novel 'Lady and Her Five Guard'. Masalahnya, Evelyn tidak menyukai karakter ini sama sekali karena Eve adalah karakter yang menurutnya tidak berotak. Segalanya hanya berdasarkan perasaan dan keinginannya. Evelyn menolak untuk menjadi orang yang sama dengan akhir yang tragis. Kalau begitu, ubah saja. Begitu mendapat pikiran yang sesuai, Evelyn benar-benar membuat rencana dan langsung menjalankannya. Kemudian, perubahan tiba-tibanya membawa serangkaian dampak aneh bagi sekelilingnya. "???" Apa yang terjadi? Bagaimana semua hal berjalan terbalik?? Untuk kekacauan yang tidak sengaja ia sebabkan, Evelyn hanya bisa berkedip polos sambil menatap pria di hadapannya. "Itu bukan salahku." Pria itu tersenyum lembut. "Ya, aku tahu." Rank : #2-Princess #5-Prince #1-Magic
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Life: Of The Fantasy World
  • Zeya transmigration (On going)
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • Fate of the Queen
  • ANTAGONIS WIFE'S
  • Transmigrasi Figuran [END]

Di balik tirai kehidupan yang biasa, Lia melayang tanpa arah, membiarkan dunia berputar seperti bayangan yang tak pernah tertangkap. Orang-orang di sekitarnya bergumam tentang ramalan, tarot, dan zodiak. Bisikan mistis yang ia abaikan sebagai ilusi belaka. Ia bukan pemuja logika digital, juga bukan penyembah takdir. Prinsipnya sederhana, biarkan arus membawanya. Tanpa drama, tanpa pertanyaan. Namun, takdir punya cara tersendiri untuk mempermainkan. Jiwa dari abad ke-21 itu terbangun dalam tubuh seorang putri di kerajaan yang hilang dari peta dunia. Istana yang bergaung dengan sihir kuno, dewa-dewi yang tertidur di balik kabut waktu, ramalan yang mengintai seperti mata gelap. Bukan khayalan semata. Ini dunia fantasi yang lahir dari karangan temannya sendiri. Dan lebih ironis lagi, Lia bukanlah pahlawan yang dipuja, melainkan karakter yang dibenci, yang terkesan sebagai noda menyebalkan dalam kisah itu. Warisan lama menunggu untuk terungkap. Kartu takdir yang bergumam rahasia, ramalan kuno yang membelokkan jalan, dan dewa-dewi yang mengamati dari celah-celah realitas. Dengan logika zaman digital dan gaya hidup modern, Lia harus beradaptasi di dunia di mana logika hanyalah tipuan, dan takdir bisa berubah lewat percikan sihir yang tak terduga. Di sini, ramalan membawanya ke arah yang tak pasti. Siapa Lia sesungguhnya? Putri yang diramalkan sejak zaman purba? Pengelana waktu yang tersesat di labirin takdir? Atau hanya gadis biasa yang jiwanya tertukar oleh kekuatan misterius? Di dunia ini, takdir tetap menjadi teka-teki yang gelap, dan Lia adalah badai kecil yang bergolak di tengahnya. Intinya, bagi Lia, ia harus bertahan hidup, mengulik dunia ini untuk mengungkap misteri yang membawanya. Bahkan jika badai besar siap menelan segalanya. Start: 29 Mei 25 Revisi : 5 Juli 25 Finish:

More details
WpActionLinkContent Guidelines