WHY ME?
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 28, 2021
"Halah, Shahla kalo di depanku mana berani menjawab. Paling ya diam aja," Gadis berjilbab itu tertawa kepada temannya itu. "Aku gak suka ya main kerumahnya. Masa aku kesana, ibu nya banyak bacot banget." "Banyak bacot gimana?" Temannya itu akhirnya buka suara. "Ya mesti ibu nya itu tanya-tanya terus. Ya aku gak suka lah. Aku cuekkin aja. Aku tinggal main hp." What? Saat aku mengetahui bahwa teman sekaligus sahabat sedari kecil ku dulu berkata seperti itu dibelakangku. SAKIT rasanya. SESAK dadaku bak dihantam batu yang sangat keras. Orang yang disaat dia meminta bantuan, aku tidak pernah menolaknya. Disaat aku berkunjung kerumahnya, mati-matian aku sopan. Selalu aku hormati keluarganya. Tapi, dengan seenak jidat dia berbicara seperti itu? Didepan sahabat kita sendiri? Ya Allah, rasanya ingin ku menangis saat itu juga. T-tpi, apa perlu perbuatan seperti itu dibalas seperti itu juga?? Bukankah Allah tidak mengajarkan hambanya seperti itu?
All Rights Reserved
#117
bercadar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengagumi Dari Barisan Jamaah
  • A&K [SELESAI]
  • Mas Lauhul Mahfudz ku
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • AQISH BELLA
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • Qanita
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Ijbar [Selesai]

Di antara barisan jamaah, aku hanya bisa menunduk, menyembunyikan rasa yang tak seharusnya ada. Suaranya menggema, melantunkan shalawat dengan begitu merdu, seolah menyentuh sisi terdalam hatiku yang penuh dosa. Aku bukan siapa-siapa, hanya seorang pendosa yang mencoba menemukan jalan pulang. Tapi mengapa setiap kali suaranya mengalun, aku merasa seakan Allah sedang memberiku petunjuk ? Apakah aku mengaguminya karena cintaku pada shalawat, atau justru karena hatiku masih rapuh menghadapi godaan dunia ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines