Black Snow Black

Black Snow Black

  • WpView
    LECTURAS 63
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 7, 2022
WpInfo
Ficción
Ciencia Ficción
Setiap hujan turun setelah belasan purnama kemarau, penduduk Daratan Frisland selalu mengadakan perayaan. Perayaan itu, berupa perkemahan di luar kubah Frihom--kubah yang didirikan untuk melindungi area penduduk Daratan Frisland. Dan hal tersebut adalah hal yang selalu ditunggu-tunggu oleh penduduk Daratan Frisland, terutama para remaja. Namun tahun ini berbeda, bukan kesenangan yang mereka dapatkan melainkan sebuah kemalangan. [Sci-fi]
Todos los derechos reservados
#23
snow
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Love by Accident [COMPLETED]
  • I Became The Devil's Wife
  • THE AUDUMA MASKEN : Whispers Of Heirlooms ✔ [BELUM REVISI]
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]
  • THE SECOND ENDING [END]
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • *ೃAm I Antagonist˚༄.ch's. [Hiatus]
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • KEANSHA [Hiatus]

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido