Rumor Pembawa Petaka (On Going)

Rumor Pembawa Petaka (On Going)

  • WpView
    LETTURE 208
  • WpVote
    Voti 55
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, mar 21, 2022
Terinspirasi dari sebuah kisah nyata seorang teman yang juga merupakan followerku. Aku tulis kisah ini atas permintaannya yang berharap ada di antara orang-orang yang dulu menyebarkan rumor dan fitnah tentang dirinya, membaca kisah ini, lalu menyadari betapa kejam dan kejinya mereka memperlakukannya tanpa mencari kebenaran tentang rumor dan fitnah tersebut terlebih dulu. Juga sebagai pengingat pada para pembaca yang lain, agar tidak mudah percaya pada sesuatu yang belum terbukti kebenarannya. Happy reading 🤗🥰 >>>>> Friska Daritri Jingga Narendra difitnah oleh Maya Esmeralda Abraham setelah kematian Dava Ersya Hanggana. Maya mengatakan jika kecelakaan yang menimpa Dava karena kesalahan Friska. Padahal kecelakaan itu terjadi karena Dava ingin menyelamatkan Maya. Namun, karena fitnah yang disebarkan oleh Maya, Friska menjadi dibenci oleh semua orang dan menjadi bahan perundungan di sekolahnya. Ia hampir dikeluarkan dari sekolah karena masalah itu. Tidak hanya itu, Friska juga jadi dibenci oleh orang-orang dari luar sekolahnya. Bahkan tidak jarang dirinya mendapat ancaman pembunuhan dari orang-orang ketika keluar rumah. Dan yang lebih parahnya, ia hampir menjadi korban perkosaan oleh preman jalanan atas suruhan seseorang. Friska sangat frustrasi dan tertekan. Berulang kali dirinya berusaha untuk mengakhiri hidupnya, namun beruntungnya usahanya itu selalu gagal. Orang tuanya yang khawatir meminta tolong pada Arga Rezvan Atmaja untuk selalu mengawasinya. Dengan bantuan dan dukungan dari Arga, Friska akhirnya bangkit. Kedua orang itu kemudian mencari bukti-bukti yang valid demi menguak kebenaran yang selama ini tertutupi untuk menghukum orang-orang yang telah menyakitinya. Bagaimanakah kisah selanjutnya? Berhasilkah Friska dan Arga mengungkapkan kebenarannya? Mari ikuti kisah lengkapnya.
Tutti i diritti riservati
#10
dukungan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Assassin Girl [ Editing ]
  • Hei, Araya! [End]
  • DOUBLE SARA
  • Another Seyra! Antagonist Girl [End]
  • The Villainess (End)
  • À PROPOS DE NOUS [HIATUS]
  • Male lead Antagonist
  • Transmigrasi Queen Amoora [ END ]
  • Being Aurora

Mengisahkan seorang ayah yang mengorbankan dirinya untuk menjadi seorang pembunuh bayaran. Alison namanya. Ia memiliki seorang anak gadis bernama Amarta. Amarta memiliki sikap yang dingin, semenjak ibunya meninggal dunia. Ia juga menjadi kobran jail dari teman sekolahnya. Setiap pulang sekolah, ia selalu mendapat lebam di tubuhnya, dengan baju yang sangat kotor. Ayah kasihan, ia pun mengajarinya bela diri. Seiring berjalannya waktu, Amarta sudah bisa bela diri. Duduk di bangku SMA, ia menjadi ditakuti oleh beberapa murid. Namun tetap saja ada yang berani membullinya. Ada dua laki-laki yang membuatnya bergetar. kedua lelaki itu pun menyukainya. Saat diberi perhatian, Amarta malah bersikap dingin, dan tak berubah. Alison mengangkat gadis yang Amarta tolong. Azra, adik angkat Amarta, menjadi bahan bullying. Amarta sayang dan selalu menolongnya. Alison meninggal, disaat kedua putrinya sangat membutuhkan biaya untuk kuliah. Amarta harus mencari uang untuk kelangsungan hidup dan sekolahnya. Ia tak ingin menjadi pekerja. Ia malah memilih untuk menjadi pembegal saja. Aksinya belum tertangkap polisi. Azra sudah menjadi dokter bedah. Ia mendapatkan pasien yang tengah keritis dan harus segera dioperasi. Operasi berjalan lancar, namun tak lama, pasien itu meninggal dunia. Raka, anak dari pasien, tidak terima. Ia menuntut balas atas kematian ibunya. Semua dokter dan suster, yang andil dalam operassi itu, dibantainya habis. Menyisakan Azra, yang akan dijadikan budak, dan pelampiasan atas kemarahannya. Sikap Azra berubah, ia menjadi jahat. Amarta pun turun tangan, saat Azra memintanya untuk membalaskan dendam pada Raka.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti