Wonderful Life

Wonderful Life

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 29, 2021
Hidup adalah sebuah perjalanan. Dunia begitu luas hingga manusia perlu menelusuri setiap titik untuk mengukir sebuah cerita. Melewati sebuah tahapan dari masa kecil hingga dewasa adalah sebuah perjuangan. Adakalanya titik terendah hingga tertinggi dimana manusia perlu jatuh bangun untuk melalui semuanya. -Farzana Tsabita Qalbi- Ia menceritakan sebuah kisah masa lalunya di depan ribuan orang. Masa kecil, remaja, dan masa yang mampu membawanya berdiri disana. Masa kecil yang penuh kegembiraan sampai pada masa remaja yang penuh pertanyaan hingga proses menuju dewasa yang mengukir sebuah pengorbanan. Semua itu dapat ia lalui dengan adanya doa, usaha, dan cinta. "Saya berdiri disini atas izin Allah, mungkin saya hanya orang biasa yang tidak memiliki segudang prestasi, tapi niat baik manusia pasti akan diijabah oleh Allah", pungkasnya.
All Rights Reserved
#321
inspiration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Okay, Kamu Normal !
  • Quwwatul Hub
  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
  • Keikhlasan Hati
  • Destiny [Selesai]
  • AZALEA
  • De Caelum
  •  "من جدّ وجد"(END)
  • AL-JANNAH,meraih surga-MU [ON GOING]

Banyak orang datang dan pergi tanpa alasan, sekalinya ada hanya seperti bayangan. Memang dalam menjalani proses kehidupan terkadang terasa berat dan melelahkan. Jadi tetap semangat ya untuk menggapai kebahagian. Sering kali suara ini dibungkam, segala usaha tidak dihargai dan telinga merasakan sakit karena suara-suara yang cukup berisik. Lalu esokan harinya semua dibanding-bandingkan seolah apapun yang dijalani salah sehingga terpaksa wajah ini memakai topeng kepalsuan lalu bergerak seperti wayang. Apakah harus diam melihat keasingan antara jiwa dan raga ini ? Apakah salah jika menjadi diri sendiri ? "Tuhan, kapan kebahagian datang kepadaku? Mereka sudah lari jauh didepan sedangkan diri ini masih pada tempatnya". Memang tanpa harapan hidup terasa hampa sedangkan kesabaran dan bersyukur merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Bukankah hanya Maha penciptalah yang bisa membantumu. Jadi apakah semua ini normal? Apakah hanya diriku saja yang merasakannya? Lalu bagaimana aku harus bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines