Asa Yang Terajut kembali(ON GOING)

Asa Yang Terajut kembali(ON GOING)

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 11, 2022
Ketika tidak ada lagi kata yang didengar,maka hanya diamlah solusinya.tak perlu mengelak lagi karna itu percuma dan hanya menghabiskan tenaga dan waktu hanya untuk menjelaskan sesuatu yg orang lain tidak percaya. Jika lelah,berhentilah sejenak.beri waktu istirahat untuk hati dan pikiran mu agar tetap waras.karna hidup itu memang tak seindah seperti novel dan film yang selaku bahagia tanpa adanya konflik satu pun. Jika gagal maka jangan menyerah tetap rajut asa mu dan buktikan bahwa kamu bisa bertahan dengan dinding yang kamu buat sendiri dengan kokoh. Jika batin mu cape,pergilah ke suatu tempat dimana batin mu merasa seolah tak pernah terjadi apa² berilah waktu batin mu istirahat walau setelah itu kamu dihadapkan dengan kenyataan lagi tetapi tak mengapa setidaknya kita sudah berusaha untuk merilekskan tubuh Manusia memang sama,tetapi tak semua cobaan hidup yg diberikan sama.ada yang terbiasa dengan rasa sakit dan ada yang terbiasa dengan rasa senang. Kuharap dengan begitu kita bisa sama sama berjuang untuk kuat menjalankan hidup ini. -Arabella Puspita ***
All Rights Reserved
#153
hancur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAMARA [ TERBIT ]
  • 04:Love Struggle✔
  • Kalaya [END]
  • AYARA [END]
  • When We Drown [TAMAT ✔]
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Your Maps (END)
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Dia Andara
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

"Ara itu kuat, Ara itu hebat. Buktinya? Sampai sekarang kamu masih hidup, Ra." Nada itu terdengar sendu, dan terdengar sangat menyakitkan. *** "Aksa, jangan peluk aku! Kamu jadi ikutan basah loh! Aksa, lepasin!" Ara memberontak, namun pelukan itu justru semakin di pererat oleh Aksa. "Terusin aja nangisnya, hari ini pasti berat, ya? Gak usah berpura-pura kuat begitu. Aku temani sampai kamu merasa lega dan enakan. Kamu nggak sendirian, Ra. Aku akan selalu ada buat kamu." *** Setelah ibunya meninggal, hidup Ara seperti runtuh dalam sekejap. Ayahnya menikah lagi dan ia harus tinggal bersama dua saudara tiri yang nyaris tak bisa dipahami, hal itu lantas membuat hari-harinya semakin terasa suram. Namun di tengah kegelapan itu, Aksara hadir, ia selalu ada, peduli, dan memberikan kasih sayang tanpa syarat. Tapi, tidak semua luka bisa sembuh dengan segala perhatian itu. Ara harus berjuang melawan penyakit mental yang berhasil mengancam kehidupannya. Di saat semuanya terasa begitu berat, bisakah Ara menemukan kekuatan untuk bertahan? Ataukah ia akan terjatuh lebih dalam menuju kegelapan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines