PAPER FRIENDS

PAPER FRIENDS

  • WpView
    Reads 294
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 8, 2022
[Hiatus bentar^^] "Lo itu udah gila!" Bentak Zoya kepada Stella membuat hati wanita itu hancur seketika. "Laki-laki itu gak nyata Stella, dia cuman khayalan dipikirkan Lo doang. Plis sadar!" "Gua gak gila, dan gua masih waras!" Balas Stella dengan menunjuk kearah dirinya sendiri. "Gua percaya kalau dia itu nyata, kalian semua aja yang gak bisa ngerti gimana perasaan gua yang sebenarnya!" "Kalian cuman bisa siksa gua, benci gua, serta ngerusak semua mental dan fisik gua!" Pungkas Stella dengan tangis, yang mengalir deras membasahi pipinya. "Puas?" "Dan sekarang ... hiks, ketika gua sudah punya satu-satunya seseorang yang bisa buat gua nyaman. Kalian malah berpikir gua gila?" "Sebenarnya, kalian semua yang sudah gak waras!" ******** Penulis: Vina Anggraeni. Sampul novel: by pinterest. ⚠️ Cerita hanyalah murni dari imajinasi author sendiri.
All Rights Reserved
#859
halu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • CLOSER
  • VizA
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Dunia nyata dan maya (Lengkap)
  • ANTARA
  • AKARA (Ending)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Hope [END]

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines