Story cover for PAPER FRIENDS by Vina_anggraeni
PAPER FRIENDS
  • WpView
    Reads 278
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 278
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Dec 29, 2021
[Hiatus bentar^^]

"Lo itu udah gila!" Bentak Zoya kepada Stella membuat hati wanita itu hancur seketika.

"Laki-laki itu gak nyata Stella, dia cuman khayalan dipikirkan Lo doang. Plis sadar!"

"Gua gak gila, dan gua masih waras!" Balas Stella dengan menunjuk kearah dirinya sendiri.

"Gua percaya kalau dia itu nyata, kalian semua aja yang gak bisa ngerti gimana perasaan gua yang sebenarnya!"

"Kalian cuman bisa siksa gua, benci gua, serta ngerusak semua mental dan fisik gua!" Pungkas Stella dengan tangis, yang mengalir deras membasahi pipinya. "Puas?"

"Dan sekarang ... hiks, ketika gua sudah punya satu-satunya seseorang yang bisa buat gua nyaman. Kalian malah berpikir gua gila?"

"Sebenarnya, kalian semua yang sudah gak waras!" 


********

Penulis: Vina Anggraeni.
Sampul novel: by pinterest.

⚠️ Cerita hanyalah murni dari imajinasi author sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add PAPER FRIENDS to your library and receive updates
or
#451kesepian
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Once and Never Again cover
Hope [END] cover
Berakhir Ikhlas [vakum] cover
Dunia nyata dan maya (Lengkap) cover
Gara Narendra cover
Story Stela cover
Lembaran Coretan  cover
Ragashka [END] cover
VizA cover
ANTARA cover

Once and Never Again

7 parts Ongoing

-sebuah kisah tentang bertahan, melangkah, dan hal-hal kecil yang tetap tinggal bahkan setelah waktu pergi. Di antara seragam putih-abu, buku pelajaran, dan jalanan yang dilintasi dengan napas lelah, Lunar menyimpan dunia yang jarang dilihat orang lain. Ia bukan siswa yang menonjol, bukan juga tokoh utama dalam cerita siapa pun. Tapi ia menyimpan puing-puing ketabahan-dalam diamnya, dalam cara ia menulis, bekerja, dan mencintai tanpa banyak suara. Suatu masa dalam hidupnya, ia bertemu seseorang yang tak direncanakan. Bukan cinta besar, mungkin. Tapi cukup untuk membuat jantungnya belajar irama baru. Ia mencoba menata kembali cerita yang dulu hanya ia simpan sendiri. Tentang hujan dan bangku kosong, tentang jendela kelas dan panggilan dari seseorang yang tak pernah ia sangka akan begitu berarti. Karena beberapa cerita tidak pernah benar-benar selesai. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk diceritakan kembali.