Dear smile | Yoshinori

Dear smile | Yoshinori

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 21, 2022
Orang yang tersenyum bukan berarti ia bahagia. Terkadang orang-orang tersenyum hanya untuk menutupi sesuatu yang tidak ingin orang lain ketahui. Mereka menjadikan senyum sebagai topeng. Dan ada juga orang yang menjadikan senyum dan tawa sebagai tempat pelarian dan pelampiasan untuk semua kesedihan dan tangisan. Senyum itu memang mudah yang sulit adalah tetap tersenyum walaupun sedang menangis. Orang yang selalu ceria adalah manusia paling munafik di dunia ini karena selalu menutupi kesedihannya dibalik keceriaannya. "Hal yang paling menyedihkan adalah ketika tersenyum lebih menyakitkan daripada menangis"
All Rights Reserved
#33
kanemoto
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just a memory~ (Lilipan012)
  • AKU MENYERAH (HIATUS)
  • Bunga dan Matahari | Kanao X Tanjirou Fanfiction [Complete]
  • DIARY DEPRESIKU
  • TWINS!
  • Destiny || HWANSHI
  • Evanescent (End)
  • Blind Star
  • Oni
  • Menyerah atau Bertahan?

Kehidupan Taufan dari masa lalu smiley face, hingga sekarang emo face. "Hahaha definisinya terluka, tapi nggak berdarah." -Upan. "Juga, aku bukan robot, yang nggak punya perasaan. Aku manusia. Sama kayak kalian. Bisa sakit hati. Bisa kecewa. Bisa marah. Bisa nangis. Bahkan bisa..nekat." -Upan. "Oh wow, ternyata semakin dewasa...semakin sulit juga ya, untuk mencari letak kebahagiaan itu dimana." -Upan ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Disini kita belajar, bahwa tidak ada orang yang dapat kita percaya, kecuali dua! Yaitu Tuhan dan diri kita sendiri." "Hati-hati dengan kata 'JANJI' kalau memang bisa ditepati ya syukurlah ya.. Tetapi, kalau diingkari? Bisa melukai batin seseorang yang sudah dijanjikan, bukan?" "Sifat dan sikap seseorang beda-beda, dan juga bisa berubah kapan saja. Dalam logika dia terlihat sangat baik. Tetapi didalam perasaan apakah sama? Jawabannya tentu belum. Namanya juga manusia, perasaan bisa berubah kapan saja, entah itu perasaan kecewa, marah, sedih, dan bahagia." ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

More details
WpActionLinkContent Guidelines