We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
INTELLIGENCE QUOTIENTS [ON GOING]

INTELLIGENCE QUOTIENTS [ON GOING]

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 15, 2022
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara Kau hadir dengan ketiadaan Sederhana dalam ketidakmengertian Gerakmu tiada pasti Namun aku terus di sini Mencintaimu Entah kenapa Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada Ajarkan aku, Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi Tunggu aku, Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu - M. Alif Muzhaffar
All Rights Reserved
#398
motivasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Dermaga Masa Lalu
  • We Found Another Love [Completed]
  • Printemps
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • She Is Mine ! (EXO Oh Sehun)

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines